Washington DC – Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas menyusul pengumuman Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang akan menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz. Merespons langkah ini, Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM, melalui Internationalmedia.co.id – News, dengan tegas menyatakan "tidak akan mentoleransi tindakan yang tidak aman" dari Teheran. Peringatan keras ini muncul saat jalur perairan vital tersebut menjadi sorotan dunia.
Dalam pernyataannya yang diterima internationalmedia.co.id pada Sabtu (31/1/2026), CENTCOM mendesak IRGC untuk "melakukan latihan angkatan laut yang diumumkan dengan cara yang aman, profesional, dan menghindari risiko yang tidak perlu tanpa mengganggu kebebasan navigasi untuk lalu lintas maritim internasional." Mereka juga menegaskan komitmen untuk "memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat AS yang beroperasi di Timur Tengah." CENTCOM secara spesifik menggarisbawahi bahwa AS "tidak akan mentolerir tindakan IRGC yang tidak aman, termasuk penerbangan di atas kapal militer AS yang terlibat dalam operasi penerbangan, penerbangan rendah, atau penerbangan bersenjata di atas aset militer AS ketika niatnya tidak jelas, pendekatan kapal berkecepatan tinggi yang mengarah pada tabrakan dengan kapal militer AS, atau senjata yang diarahkan ke pasukan AS."

Latihan tembak langsung oleh IRGC ini, seperti dilaporkan media pemerintah Iran, Press TV, akan berlangsung pada 1-2 Februari di perairan strategis Selat Hormuz. Selat ini dikenal sebagai jalur ekspor minyak terpenting di dunia, menghubungkan produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Diperkirakan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi jalur perairan ini, menjadikannya koridor perdagangan vital yang menopang kemakmuran ekonomi regional.
Meski mengakui "hak Iran untuk beroperasi secara profesional di wilayah udara dan perairan internasional," CENTCOM memperingatkan bahwa "perilaku tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, eskalasi, dan destabilisasi." Militer AS, dengan kekuatan yang terlatih dan mematikan, akan terus beroperasi dengan tingkat profesionalisme tertinggi dan mematuhi norma-norma internasional, seraya mendesak IRGC untuk melakukan hal yang sama.
Pengumuman latihan militer ini datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir. Rentetan unjuk rasa antipemerintah di Iran yang menyebar ke berbagai kota dan diwarnai penindakan keras aparat keamanan, telah memperkeruh suasana. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa "armada besar" kapal Amerika sedang bergerak menuju Iran, bersamaan dengan tuntutannya agar Teheran "datang ke meja perundingan" untuk bernegosiasi. Sementara itu, para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons "cepat dan komprehensif," meskipun mereka menegaskan tetap terbuka untuk pembicaraan dengan "syarat yang adil, seimbang, dan tidak memaksa."
Dengan demikian, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi titik panas yang diawasi ketat. Peringatan tegas dari CENTCOM menggarisbawahi tekad AS untuk menjaga stabilitas dan keamanan navigasi di salah satu jalur maritim paling krusial di dunia, sambil mendesak semua pihak untuk bertindak dengan penuh kehati-hatian guna menghindari eskalasi yang tidak diinginkan.

