Gelombang serangan balasan Israel dilaporkan telah menghantam ibu kota Iran, Teheran, pada Rabu (25/3/2026), menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan 28 lainnya luka-luka. Menurut laporan yang dihimpun Internationalmedia.co.id – News dari AFP dan Al-Jazeera, insiden ini merupakan respons langsung terhadap agresi rudal Iran sebelumnya.
Pihak berwenang Iran, melalui Kantor Berita Fars, mengonfirmasi bahwa serangan musuh tersebut menargetkan area pemukiman di Varamin, selatan Teheran, mengakibatkan jumlah korban yang signifikan. Tidak lama berselang, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga mengonfirmasi operasi militer mereka. Melalui saluran Telegram resminya, IDF menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan "infrastruktur rezim teror Iran" di berbagai lokasi di Teheran, menyusul peluncuran rudal Iran ke wilayah Israel.

Serangan balasan Israel ini dipicu oleh rentetan rudal yang diluncurkan Iran ke Israel beberapa waktu sebelumnya. Rudal-rudal Iran dilaporkan menghantam Kota Bnei Brak, dekat Tel Aviv, serta Givat Shmuel, menyebabkan sedikitnya 12 orang terluka. Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa sembilan korban dirawat di Bnei Brak, termasuk seorang pria 23 tahun dengan luka pecahan peluru serius di perut dan kepala, serta delapan lainnya dengan luka ringan, enam di antaranya adalah anak-anak. Tiga korban lainnya tercatat di Givat Shmuel.
Insiden terbaru ini menambah panjang daftar konflik yang telah merenggut banyak nyawa. Sejak eskalasi "perang" yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, data menunjukkan bahwa setidaknya 1.500 orang telah kehilangan nyawa dan lebih dari 18.550 lainnya menderita luka-luka akibat berbagai insiden.

