Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Teheran mengumumkan gelombang serangan rudal terbarunya berhasil menghantam wilayah pendudukan Israel. Klaim mengejutkan dari otoritas Iran menyebutkan, salah satu rudal presisi mereka bahkan mendarat di area yang sangat dekat dengan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem yang diduduki. Informasi ini, sebagaimana dilansir oleh Internationalmedia.co.id – News pada Selasa (17/3/2026), menandai eskalasi signifikan dalam konflik regional yang kian memanas.
Angkatan Bersenjata Iran, melalui media pemerintah Press TV, melaporkan peluncuran rudal besar-besaran pada Selasa pagi waktu setempat. Berbagai gambar yang beredar luas di platform daring menunjukkan jejak rudal-rudal Iran melesat di langit, tidak hanya di atas Yerusalem tetapi juga melintasi wilayah Tepi Barat yang diduduki, mengindikasikan cakupan serangan yang luas.

Laporan dari berbagai sumber media, termasuk Press TV, mengindikasikan adanya ledakan dahsyat yang mengguncang Yerusalem yang diduduki. Yang lebih mencengangkan, suara ledakan tersebut dilaporkan terdengar bahkan sebelum sirene peringatan serangan udara diaktifkan di wilayah Israel. Klaim Iran ini secara langsung menyoroti apa yang mereka sebut sebagai "kegagalan signifikan" pada sistem pertahanan udara Zionis.
Beberapa media lokal Israel sendiri turut melaporkan bahwa "hanya satu rudal Iran yang berhasil dicegat". Ini semakin memperkuat narasi Teheran bahwa sebagian besar rudal mereka berhasil menembus perisai pertahanan udara Israel dan mencapai sasaran yang dituju, meskipun detail spesifik target tersebut belum diungkapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi atau konfirmasi dari otoritas Israel terkait klaim serangan rudal Iran tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah. Konflik telah memasuki fase baru sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Menurut data yang dirilis otoritas Teheran, serangan awal tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Sebagai balasan, Iran telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan balasan Teheran ini dilaporkan telah menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di sejumlah negara Teluk, yang secara signifikan memperluas cakupan geografis dan intensitas konflik.
Saksikan Live Internationalmedia.co.id Sore untuk informasi terkini.

