Internationalmedia.co.id – News – Sebuah ledakan gas yang diduga kuat menjadi pemicu telah meruntuhkan sebuah gedung permukiman di kota metropolitan Karachi, Pakistan, pada Kamis (19/2) dini hari. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk anak-anak, dan melukai belasan lainnya.
Lebih dari selusin korban luka-luka dilaporkan dalam kejadian yang mengguncang area Soldier Bazaar, Karachi, sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat. Momen nahas ini terjadi saat banyak keluarga Muslim sedang bersiap untuk sahur di bulan Ramadan. "Sebanyak 16 orang, termasuk sejumlah wanita dan anak-anak, tewas dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka," terang Hassan Khan, juru bicara badan penyelamat provinsi, kepada AFP.

Gedung tiga lantai yang terletak di kawasan padat penduduk tersebut ambruk seketika. Meskipun penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan, dugaan awal mengarah kuat pada kebocoran gas. "Tampaknya itu merupakan ledakan gas, tetapi penyelidikan akan mengungkap penyebab sebenarnya dari insiden tersebut," jelas Nasrullah Abbasi, pejabat senior kota Karachi, dalam pernyataan terpisah kepada AFP.
Insiden gedung ambruk yang mematikan bukan kali pertama terjadi di Karachi. Pada Juli tahun lalu, sebuah bangunan lima lantai di area miskin Lyari juga runtuh, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 10 lainnya. Runtuhnya atap dan ambruknya bangunan memang menjadi pemandangan yang tidak asing di berbagai wilayah Pakistan, seringkali disebabkan oleh standar keselamatan yang buruk dan penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah.
Kota Karachi, yang dihuni oleh lebih dari 20 juta jiwa, secara khusus menghadapi tantangan serius terkait konstruksi bangunan. Pemerintah kota telah menyatakan sekitar 600 gedung berbahaya. Maraknya perluasan bangunan ilegal, infrastruktur yang menua, kepadatan penduduk yang berlebihan, serta penegakan aturan pembangunan yang longgar menjadi faktor-faktor pemicu seringnya insiden serupa.

