Gelombang serangan terbaru Rusia di wilayah timur Ukraina kembali menorehkan luka mendalam. Di kota Sloviansk, sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang gadis berusia 11 tahun dan ibunya, sementara 16 warga sipil lainnya dilaporkan terluka. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa serangan mematikan ini terjadi pada Selasa (10/2/2026), menambah daftar panjang korban konflik yang tak kunjung usai.
Pejabat regional Vadym Filashkin mengonfirmasi kabar duka ini melalui media sosial, menyatakan bahwa "korban tewas adalah seorang gadis berusia 11 tahun dan ibunya. Di antara yang terluka adalah seorang gadis berusia 7 tahun," seperti dilansir AFP. Jaksa Donetsk kemudian menambahkan bahwa jumlah warga sipil yang terluka di Sloviansk telah meningkat menjadi 16, seraya mempublikasikan gambar-gambar kehancuran rumah-rumah yang parah.

Wali Kota Sloviansk, Vadym Lyakh, menjelaskan bahwa Rusia menyerang kota itu dengan bom sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. "Salah satu serangan mengenai sebuah rumah pribadi," kata Lyakh. Polisi nasional Ukraina juga merilis video yang menunjukkan sebuah rumah hancur total, tertutup puing-puing, menggambarkan skala kehancuran yang terjadi.
Sloviansk, yang terletak di wilayah Donetsk, memiliki sejarah panjang dalam konflik ini, sempat jatuh ke tangan pasukan separatis pada tahun 2014. Sebelum invasi Moskow pada tahun 2022, kota ini dihuni sekitar 100.000 jiwa. Saat ini, pasukan Rusia dilaporkan terus bergerak maju, berada sekitar 15 kilometer dari Sloviansk, sebuah kota yang diklaim Kremlin sebagai bagian dari Rusia.
Di sisi lain medan perang, wilayah Zaporizhzhia selatan yang diduduki Rusia juga menjadi sasaran. Pihak berwenang yang ditunjuk Moskow melaporkan bahwa serangan Ukraina terhadap prosesi pemakaman di desa Skelky, tepi sungai Dnipro, menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya. Media pemerintah Rusia, TASS, mengidentifikasi korban tewas sebagai seorang pendeta, dengan pejabat Rusia Yevgeny Balitsky mengonfirmasi insiden tersebut.
Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Ukraina, juga melaporkan adanya serangan Ukraina yang menewaskan seorang pria pengemudi truk di sebuah desa perbatasan. Insiden-insiden ini menggarisbawahi intensitas konflik yang terus meluas, tidak hanya di garis depan, tetapi juga di wilayah-wilayah yang berdekatan.
Serangan-serangan ini, baik yang dilancarkan Rusia maupun Ukraina, terus memakan korban jiwa dari kalangan sipil, menunjukkan betapa brutalnya dampak perang terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat di kedua belah pihak.

