Dalam upaya intensif memburu pelaku penembakan brutal di Brown University yang menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya, Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat kini membuka jalur pelaporan khusus bagi masyarakat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini diambil menyusul belum tertangkapnya tersangka hingga saat ini.
Melalui situs resmi mereka, FBI menyediakan platform di bagian ‘tips’ yang memungkinkan warga mengunggah bukti berupa foto atau video yang mungkin relevan dengan insiden tersebut. Tak hanya FBI, Kepolisian Providence juga turut meluncurkan nomor telepon khusus, berharap informasi dari masyarakat dapat menjadi petunjuk krusial.

Walikota Providence, Brett Smiley, dalam konferensi pers pada Sabtu malam, mengungkapkan bahwa pihak berwenang telah menyebarkan gambar individu yang diduga sebagai pelaku. "Kami telah membagikan gambar individu yang kami yakini sebagai pelaku penembakan, namun kami menyadari bahwa tidak ada gambar wajah yang jelas," ujar Smiley, menyoroti tantangan dalam identifikasi.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (13/12) malam waktu setempat, meninggalkan duka mendalam dengan dua korban jiwa dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, pelaku penembakan masih bebas. "Saat ini kami belum menahan pelaku penembakan," tegas Wali Kota Providence, Rhode Island, Brett Smiley, seperti dikutip dari AFP.
Brown University sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di Amerika Serikat. Kampus ini termasuk dalam kategori Ivy League, sebutan bagi delapan universitas swasta di wilayah timur AS yang terkenal dengan reputasi akademik yang cemerlang dan jaringan alumni yang sangat prestisius.
Tragedi ini juga menarik perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah memberikan pertolongan maksimal bagi para korban yang terluka. "Saya telah diberi pengarahan lengkap tentang situasi di Universitas Brown, betapa mengerikannya hal itu," kata Trump, dilansir dari CNN International, Minggu (14/12), menyampaikan keprihatinan mendalamnya atas peristiwa tersebut.
