Berita mengejutkan datang dari Yerusalem. Internationalmedia.co.id melaporkan sebuah serangan penembakan brutal di halte bus dekat Persimpangan Ramot menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai banyak lainnya. Insiden yang terjadi Senin (8/9) waktu setempat ini diklaim sebagai aksi Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas.
Pihak kepolisian Israel menyatakan dua pelaku tiba di lokasi menggunakan mobil dan langsung melepaskan tembakan membabi buta. Kedua pelaku kemudian ditembak mati oleh petugas keamanan dan warga sipil. Di tempat kejadian, polisi menemukan senjata, amunisi, dan pisau.

Brigade Ezzedine al-Qassam, melalui pernyataan resmi yang dirilis Selasa (9/9), mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut aksi ini sebagai balasan atas tindakan Israel terhadap rakyat Palestina. Dalam pernyataan yang sama, mereka mengklaim telah menewaskan tujuh orang, bukan enam seperti yang dilaporkan otoritas Israel. Kedua pelaku yang diidentifikasi sebagai Muthanna Naji Omar dan Mohammed Bassam Taha dinyatakan gugur dalam baku tembak dengan pasukan Israel.
Pernyataan Hamas tersebut juga mengancam akan membalas setiap aksi agresi Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Menariknya, beredar kabar bahwa pasca-pernyataan tersebut, Israel langsung melancarkan serangan mendadak terhadap sejumlah pemimpin senior Hamas di Doha, Qatar, seperti yang diumumkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Serangan balasan kilat ini diduga sebagai respons langsung atas tragedi berdarah di Yerusalem. Keterkaitan antara serangan di Yerusalem dan serangan balasan Israel di Doha masih menjadi sorotan dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
