Internationalmedia.co.id – News – Militer Iran mengumumkan pasukannya telah melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Ali Al Salem, pada hari Senin (2/3). Tidak hanya itu, kapal-kapal militer AS yang beroperasi di Samudra Hindia juga menjadi sasaran Teheran dalam eskalasi ketegangan terbaru di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, militer Iran menyebutkan bahwa "unit-unit rudal dari pasukan darat dan angkatan laut" yang beroperasi dari berbagai lokasi telah menargetkan pangkalan Ali Al Salem serta "kapal-kapal musuh di Samudra Hindia bagian utara selama beberapa jam terakhir." Pernyataan tersebut, yang juga dilansir AFP, mengklaim bahwa "15 rudal jelajah" digunakan dalam operasi ini.

Serangan ini merupakan bagian dari rentetan pembalasan yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS. Aksi Teheran ini datang setelah Washington dan Israel membombardir wilayah Iran pada Sabtu (28/2). Kuwait, dengan perkiraan 13.500 tentara AS ditempatkan di sana, termasuk pangkalan Ali Al Salem sebagai basis utama, menjadi salah satu target utama dalam serangkaian gempuran balasan ini.
Rentetan ledakan kembali terdengar di berbagai kota di negara-negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi dan Dubai, Doha di Qatar, Manama di Bahrain, dan Kuwait City di Kuwait, pada Senin (2/3) waktu setempat. Sejumlah wartawan AFP dan saksi mata mengonfirmasi suara ledakan keras tersebut. Ini menandai hari ketiga serangan Teheran sebagai respons terhadap gempuran udara besar-besaran dari AS dan Israel, mengguncang kawasan yang selama ini dianggap sebagai zona damai di tengah pergolakan Timur Tengah.
Pada hari yang sama, insiden terpisah terjadi ketika sebuah jet tempur AS, diduga jenis F-15, dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait. Penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut belum dapat dipastikan secara jelas. Namun, laporan awal mengindikasikan kemungkinan "friendly fire" atau tembakan salah sasaran dari sistem pertahanan udara Patriot yang berada di wilayah Kuwait, menambah misteri di tengah situasi yang semakin memanas.

