Internationalmedia.co.id memberitakan sebuah peristiwa bersejarah yang terjadi di New York. Zohran Mamdani, seorang Muslim berusia 33 tahun asal Uganda, berada di ambang kemenangan dalam pemilihan pendahuluan calon Wali Kota New York dari Partai Demokrat. Kemenangannya ini berpotensi mencetak sejarah sebagai Muslim pertama yang memimpin kota metropolitan tersebut.
Mamdani, yang menyebut dirinya seorang sosialis keturunan India, berhasil mengungguli pesaing beratnya, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo. Meskipun hasil akhir masih menunggu proses penghitungan suara metode "ranked-choice", keunggulan Mamdani sangat signifikan sehingga Cuomo telah mengakui kekalahannya.

Kemenangan Mamdani ini dianggap sebagai tamparan bagi kubu sentris Partai Demokrat yang mendukung Cuomo. Hal ini terjadi di tengah upaya partai tersebut untuk melawan gelombang sayap kanan Partai Republik di bawah kepemimpinan Donald Trump. Mamdani, yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan negara bagian New York, berhasil menarik simpati publik dengan janji-janji kebijakannya yang populis, seperti pembekuan sewa, layanan bus gratis, dan perawatan anak universal.
Popularitas Mamdani meroket menjelang pemilihan. Survei menunjukkan dukungan yang signifikan kepadanya, terutama karena program-programnya yang fokus pada pengurangan biaya hidup di New York, kota yang terkenal mahal. Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menyatakan, "Malam ini kita mencetak sejarah."
Cuomo, politikus berpengalaman berusia 67 tahun yang berupaya pulih dari skandal pelecehan seksual, mengakui kekalahannya dengan sportif. Berdasarkan data sementara, Mamdani meraih sekitar 43% suara, sementara Cuomo sekitar 36%. Namun, sistem "ranked-choice" mengharuskan penghitungan ulang jika tak ada kandidat yang memperoleh 50% suara. Proses ini bisa memakan waktu berhari-hari.
Pemenang pemilihan pendahuluan Partai Demokrat ini akan menghadapi tantangan selanjutnya di bulan November. Wali Kota New York saat ini, Eric Adams, yang juga seorang Demokrat, berencana mencalonkan diri kembali sebagai kandidat independen. Pertarungan politik di New York masih akan berlangsung sengit.
