Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Sara Duterte Bangkit Setelah Badai Bidik Kursi Presiden
Trending Indonesia

Sara Duterte Bangkit Setelah Badai Bidik Kursi Presiden

GunawatiBy Gunawati18-02-2026 - 21.00Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Sara Duterte Bangkit Setelah Badai Bidik Kursi Presiden
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Kancah politik Filipina kembali memanas dengan deklarasi mengejutkan dari Wakil Presiden Sara Duterte. Putri mantan Presiden Rodrigo Duterte ini secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam pemilihan presiden tahun 2028 mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu, 18 Februari 2026, menandai dimulainya babak baru persaingan politik di negara kepulauan tersebut.

Keputusan Sara untuk maju ke kursi kepresidenan datang di tengah riuhnya intrik politik yang melibatkan dirinya dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Sebelumnya, Sara Duterte sempat menghadapi upaya pemakzulan dari jabatannya sebagai Wakil Presiden pada tahun lalu. Meskipun demikian, Mahkamah Agung Filipina membatalkan proses pemakzulan tersebut, mengutip adanya kendala prosedural yang signifikan.

Sara Duterte Bangkit Setelah Badai Bidik Kursi Presiden
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam pidato deklarasinya yang penuh semangat, Sara tidak ragu melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Marcos Jr. sejak menjabat pada tahun 2022. "Saya persembahkan hidup, kekuatan, dan masa depan saya untuk melayani bangsa kita," ujar Sara, menegaskan komitmennya. "Saya Sara Duterte. Saya akan mencalonkan diri sebagai Presiden Filipina," tambahnya, seperti dikutip dari laporan AFP. Putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte ini secara terbuka menuding Marcos Jr. terlibat dalam praktik korupsi dan gagal memenuhi janji-janji yang diumbar selama kampanye. Ia bahkan menyebut bahwa "Dalam beberapa bulan pertama masa jabatan kami, saya sudah melihat kurangnya ketulusan Bongbong Marcos Jr terkait janji-janji yang disampaikannya selama kampanye, serta sumpah setianya kepada negara," merujuk pada nama panggilan sang presiden. Aliansi politik antara klan Duterte dan Marcos, yang sempat membawa mereka meraih kemenangan telak di Pilpres 2022, kini telah berubah menjadi perseteruan terbuka.

Eskalasi konflik antara klan Duterte dan Marcos, yang memanas sejak beberapa pekan setelah kemenangan Pilpres 2022 dan mencapai puncaknya sepanjang tahun 2025, kini semakin rumit. Deklarasi Sara ini juga bertepatan dengan momen krusial bagi ayahnya, Rodrigo Duterte. Hanya beberapa hari ke depan, mantan presiden tersebut dijadwalkan menjalani sidang praperadilan di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda. Sidang empat hari ini akan mengonfirmasi apakah ada cukup bukti untuk melanjutkan tuduhan kejahatan kemanusiaan terkait penumpasan narkoba brutal di Filipina ke tahap persidangan utama. Ironisnya, Sara sendiri kembali dihadapkan pada gelombang upaya pemakzulan. Pada 9 Februari lalu, gugatan pemakzulan diajukan oleh anggota rohaniwan Filipina, menjadi salah satu dari tiga gugatan serupa yang muncul dalam hitungan hari.

Berdasarkan Konstitusi Filipina, gugatan pemakzulan yang diajukan oleh publik dapat memicu persidangan di Senat. Jika Senat memutuskan Sara bersalah, ia akan menghadapi larangan berpolitik, secara otomatis menggugurkan peluangnya untuk maju dalam Pilpres 2028. Perlu diketahui, sistem pemilihan di Filipina memiliki kekhasan. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara terpisah, berbeda dengan beberapa negara yang memilih pasangan calon secara langsung. Presiden Filipina menjabat selama enam tahun dan tidak diperbolehkan untuk mencalonkan diri kembali setelah masa jabatannya berakhir.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Kuba Gelap Gulita Lagi Ada Apa

22-03-2026 - 12.45

Jangkauan Rudal Iran Bikin Eropa Ketar Ketir

22-03-2026 - 12.30

Dunia Menanti 48 Jam Krusial

22-03-2026 - 12.15

Saudi Usir Diplomat Iran Ketegangan Memuncak

22-03-2026 - 12.00

Pesan Mengejutkan Menlu Iran di Tengah Konflik

22-03-2026 - 10.45

Pertahanan Israel Tumbang Ratusan Terluka Parah

22-03-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.