Internationalmedia.co.id – News Teheran – Ketegangan di Timur Tengah mencapai babak baru setelah Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan signifikan terhadap target di Israel dan Amerika Serikat. Dalam sebuah langkah yang menandai eskalasi signifikan, Iran dilaporkan telah meluncurkan rudal canggih Sejjil untuk pertama kalinya dalam konflik yang telah berkecamuk sejak akhir Februari, menurut laporan Al Jazeera.
Rudal Sejjil, yang ditenagai bahan bakar padat, memiliki keunggulan strategis yang membuatnya sulit dideteksi dan dicegat di udara. Julukan "dancing missile" disematkan padanya berkat kemampuannya bermanuver lincah di ketinggian, memungkinkan rudal ini menghindari sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome milik Israel. Dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan kapasitas muatan hingga 700 kilogram, Sejjil menjadi ancaman serius yang baru pertama kali diperlihatkan dalam medan perang.

Peluncuran Sejjil ini merupakan bagian dari gelombang ke-54 operasi "True Promise 4", yang dikonfirmasi oleh media Iran, Press TV, sebagai respons terhadap agresi AS-Israel. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi pembalasan ini, dengan kode "Ya Zahra", juga melibatkan pengerahan rudal-rudal lain yang tak kalah mematikan. Termasuk rudal super berat Khorramshahr dengan hulu ledak ganda, serta Kheybar, Qadr, dan Emad. Target serangan dilaporkan mencakup pusat komando dan kendali serta infrastruktur militer penting rezim Israel.
Konfirmasi peluncuran Sejjil juga datang dari Brigadir Jenderal Majid Mousavi, komandan Angkatan Udara IRGC, melalui unggahan di platform X. Sementara itu, laporan dari media-media lokal Israel mengindikasikan dampak serangan ini cukup luas. Sirene peringatan serangan udara dilaporkan meraung di ibu kota Tel Aviv, Herzliya, dan setidaknya 141 lokasi lainnya di berbagai wilayah Israel, memicu kepanikan di kalangan penduduk.
Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan bobot mencapai 23.600 kilogram. Desain berbahan bakar padatnya bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga keunggulan strategis dalam persiapan dan peluncuran yang jauh lebih cepat dibandingkan sistem rudal berbahan bakar cair, memberikan Iran kemampuan respons yang lebih gesit. Debut rudal Sejjil ini dipandang sebagai perkembangan signifikan yang berpotensi mengubah dinamika konflik di kawasan tersebut.

