Internationalmedia.co.id – News – Riyadh mengeluarkan kecaman keras terhadap Iran menyusul dugaan upaya Teheran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Turki dan Azerbaijan. Tindakan ini, yang disebut Saudi tidak dapat dibenarkan, terjadi di tengah ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran akan eskalasi di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Saudi, dalam pernyataan resminya yang dikutip oleh internationalmedia.co.id pada Jumat (6/3/2026), menegaskan bahwa "upaya kriminal" ini, bersama dengan "perilaku permusuhan Iran yang berulang kali terhadap negara-negara di kawasan," merupakan pendekatan agresif yang tidak memiliki pembenaran dalam kondisi apa pun. Riyadh menekankan bahwa tindakan semacam itu secara terang-terangan melanggar hukum internasional, norma-norma bertetangga yang baik, dan berpotensi mendorong kawasan menuju eskalasi yang lebih parah.

Arab Saudi juga menyatakan solidaritas penuhnya kepada pemerintah dan rakyat Turki serta Azerbaijan, mendukung hak mereka untuk melindungi keamanan, wilayah udara, integritas teritorial, dan warga negara. Selain itu, Riyadh memuji segala upaya yang dilakukan untuk menghindari eskalasi dan menjaga stabilitas kawasan.
Kecaman ini muncul setelah Azerbaijan mengancam akan melakukan pembalasan menyusul insiden pada Kamis (5/3). Dua drone yang diduga berasal dari Iran melintasi perbatasan dan menghantam bandara serta area dekat sekolah di Nakhichevan, sebuah eksklave Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran. Laporan otoritas Azerbaijan menyebutkan sedikitnya empat orang terluka akibat serangan tersebut.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (4/3), Turki melaporkan bahwa sebuah amunisi balistik yang ditembakkan dari Iran terdeteksi memasuki wilayah udaranya. Proyektil tersebut, yang melewati Irak dan Suriah, berhasil dicegat dan dinetralisir oleh unit pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania Timur. Kementerian Pertahanan Nasional Turki menyatakan bahwa target pasti rudal itu masih belum jelas.
Menanggapi tuduhan ini, Iran dengan tegas membantah keterlibatannya. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, melalui Press TV, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menembakkan rudal apa pun ke Turki, sembari menegaskan penghormatan terhadap integritas wilayah negara tetangganya itu. Senada, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membantah negaranya menargetkan Nakhichevan dengan serangan drone. "Kami tidak menyerang negara-negara tetangga kami," tegas Gharibabadi, menepis tudingan yang mengarah ke Teheran.

