Sebuah serangan masif dari Ukraina dilaporkan telah menghantam wilayah Belgorod, Rusia, memicu pemadaman listrik skala besar yang membuat ratusan ribu penduduk terpaksa hidup dalam kegelapan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan insiden ini terjadi setelah salah satu gardu induk vital di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah, mengganggu pasokan daya bagi lebih dari 220.000 jiwa.
Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, melalui saluran Telegramnya pada Kamis waktu setempat, mengonfirmasi situasi genting ini. Ia menyatakan bahwa tim darurat telah dikerahkan dan sedang berupaya keras memulihkan aliran listrik. "Proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu setidaknya empat jam," ujar Gladkov, menekankan urgensi penanganan.

Laporan dari kantor berita Rusia, TASS, yang mengutip pusat respons krisis regional, merinci intensitas serangan. Selama 24 jam terakhir, militer Ukraina disebut telah menggempur area-area berpenduduk di Belgorod dengan setidaknya 169 drone dan lebih dari 45 amunisi. Serangan ini bukan hanya menargetkan infrastruktur energi, tetapi juga menyebabkan kerusakan meluas pada properti sipil.
Selain fasilitas vital, sejumlah gedung permukiman, rumah-rumah pribadi, fasilitas komersial, dan kendaraan yang terparkir turut menjadi sasaran. Kerusakan yang ditimbulkan menambah daftar panjang kerugian materiil akibat eskalasi konflik di wilayah perbatasan.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Marat Khusnullin, yang langsung meninjau lokasi terdampak, menyebut serangan terhadap infrastruktur Belgorod kali ini sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap sistem energi Rusia. Ia menyoroti dampak serius pada sistem energi yang mempengaruhi sekitar 78.000 penduduk, meskipun angka pemadaman total lebih tinggi.
Khusnullin menegaskan bahwa tim Gubernur Gladkov bersama lembaga federal dan penyedia sumber daya bekerja maksimal untuk mengatasi dampak serangan. "Sumber pasokan listrik cadangan telah disiapkan, lebih dari 330 awak darurat dan lebih dari 400 unit peralatan khusus sedang beroperasi," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan finansial dan organisasi tambahan akan diberikan, dan hasil kunjungannya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Vladimir Putin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari militer Ukraina terkait insiden di Belgorod. Namun, serangan ini terjadi di tengah pola saling serang terhadap infrastruktur energi antara Moskow dan Kyiv, terutama selama musim dingin, sejak konflik bersenjata mereka pecah pada Februari 2022.

