Internationalmedia.co.id – News – Salah satu gembong narkoba paling ditakuti di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, dilaporkan tewas dalam sebuah operasi militer dramatis. Operasi yang berlangsung pada 20-22 Februari 2026 ini berhasil mengakhiri pelarian panjang pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tersebut, memicu gejolak besar di seluruh negeri.
Terungkapnya operasi krusial ini bermula dari informasi intelijen baru yang diperoleh dari rekan salah satu kekasih El Mencho. Berdasarkan petunjuk tersebut, pihak berwenang Meksiko segera mengepung sebuah lokasi di Tapalpa, Jalisco, pada Jumat, 20 Februari 2026, yang diyakini menjadi persembunyian El Mencho.

Dua hari berselang, tepatnya Minggu, 22 Februari, sebelum fajar menyingsing, pasukan khusus Meksiko yang didukung penuh oleh Garda Nasional, pesawat militer, dan helikopter, mulai memperketat pengepungan. Saat pasukan keamanan bergerak maju, anak buah El Mencho menyadari kehadiran mereka dan melepaskan tembakan. Baku tembak sengit tak terhindarkan, menewaskan beberapa anggota CJNG.
El Mencho dan lingkaran dalamnya mencoba melarikan diri ke kompleks kabin berhutan di dekatnya, memicu baku tembak kedua. Akhirnya, tentara berhasil menemukan El Mencho dalam kondisi terluka parah, ditemani dua pengawalnya. Ia segera diterbangkan ke fasilitas medis, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan. Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi kepada Reuters bahwa gugus tugas intelijen militer AS turut mendukung operasi krusial ini.
Gejolak Pasca-Kematian El Mencho
Kematian El Mencho segera memicu respons brutal dari kartel. Kementerian Pertahanan mengidentifikasi "El Tuli", tangan kanan El Mencho dan operator keuangan utama CJNG, sebagai otak di balik serangkaian serangan terkoordinasi di Jalisco. Ia mengorganisir penghalang jalan, aksi pembakaran, dan penyerangan fasilitas pemerintah, bahkan menawarkan hadiah 20.000 peso (sekitar USD 1.100) untuk setiap anggota militer yang terbunuh, pasca-operasi pada 22 Februari.
Pada hari yang sama, pasukan keamanan melacak El Tuli ke El Grullo, sebuah kota kecil sekitar 180 km barat daya Guadalajara. Dalam upaya melarikan diri, El Tuli menembak petugas dan akhirnya tewas dalam bentrokan. Kekerasan dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah Meksiko. Anggota kartel membakar kendaraan dan memblokir jalan raya di beberapa negara bagian. Maskapai penerbangan membatalkan jadwal ke Puerto Vallarta, sebuah kota resor Pasifik di Jalisco, sementara kepulan asap di beberapa bagian Meksiko selatan menjadi sorotan internasional.
Sekolah dan universitas menangguhkan kegiatan belajar mengajar, dan pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap di rumah. Pada Senin, 23 Februari, pihak berwenang melaporkan setidaknya 30 tersangka anggota geng, 25 personel Garda Nasional, dan satu warga sipil tewas dalam kerusuhan pasca-operasi. Lebih dari 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian, dengan setidaknya 85 pos pemeriksaan terkait kartel tercatat pada hari Minggu saja.
Pembunuhan El Mencho memang menyingkirkan salah satu pemimpin kriminal paling ditakuti di Meksiko. Namun, para ahli mengingatkan bahwa meskipun Meksiko telah lama mengejar strategi menargetkan para pemimpin kartel, pengalaman menunjukkan bahwa menyingkirkan pemimpin utama dapat memecah belah kelompok dan memicu perebutan kekuasaan internal yang berpotensi memperparah gelombang kekerasan di negara tersebut.
