Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul. Internationalmedia.co.id melaporkan, Wadephul mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan Ukraina menyerah tanpa syarat. Pernyataan ini disampaikannya saat kunjungan mendadak ke Kyiv, Senin (30/6), di tengah eskalasi serangan Rusia yang brutal.
"Putin tidak menginginkan negosiasi, ia menginginkan kapitulasi," tegas Wadephul. Menurutnya, Putin tetap berpegang pada tuntutan maksimalisnya, mengabaikan upaya perdamaian yang hingga kini menemui jalan buntu. Wadephul menekankan bahwa kebebasan dan kemerdekaan Ukraina merupakan prioritas utama kebijakan luar negeri dan keamanan Jerman.

Rusia, lanjut Wadephul, "bertaruh pada melemahnya dukungan internasional" terhadap Ukraina dan berupaya "menaklukkan dan memaksa penyerahan dengan cara apa pun, bahkan dengan mengorbankan ratusan ribu nyawa tambahan." Serangan udara Rusia yang intensif akhir pekan lalu, menewaskan dan melukai warga sipil serta menghancurkan infrastruktur vital, menjadi bukti nyata ambisi Putin tersebut. Salah satu kerugian besar bagi Ukraina adalah jatuhnya sebuah jet tempur F-16, pilotnya gugur setelah berhasil menembak jatuh tujuh target udara musuh sebelum pesawatnya jatuh. Ini merupakan kehilangan ketiga jet F-16 Ukraina selama perang.
Serangan Rusia yang masif, melibatkan ratusan rudal dan drone, menyoroti betapa gigihnya upaya Rusia untuk menundukkan Ukraina. Pernyataan Wadephul semakin memperkuat gambaran bahwa Putin tidak akan berhenti hingga mencapai tujuannya, terlepas dari korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan. Perang ini pun semakin menunjukkan betapa pentingnya dukungan internasional bagi Ukraina dalam mempertahankan kedaulatannya.
