Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan komentar mengejutkan terkait parade militer China yang disiarkan Internationalmedia.co.id. Ia memuji upacara tersebut sebagai "upacara yang indah dan sangat mengesankan". Namun, di balik pujiannya, tersimpan kekecewaan mendalam.
Trump mengaku menyaksikan pidato Presiden China Xi Jinping dan memuji Xi sebagai temannya. Akan tetapi, ia menyayangkan absennya penyebutan AS dalam pidato tersebut. "Amerika Serikat seharusnya disebutkan dalam pidato itu, karena kami sangat membantu China," tegas Trump.

Pernyataan Trump ini menarik perhatian mengingat peran penting AS dalam Perang Dunia II, khususnya dalam membantu China melawan Jepang. Xi Jinping dalam pidatonya memang berterima kasih kepada "pemerintah asing dan sahabat internasional", namun secara spesifik tidak menyebut kontribusi AS. Ketiadaan penyebutan ini semakin memperkuat persepsi keretakan hubungan AS-China yang tengah memanas.
Ketegangan AS-China sendiri meliputi berbagai isu krusial, mulai dari konflik Ukraina hingga sengketa Laut China Selatan, serta perselisihan perdagangan. Ironisnya, di tengah ketegangan ini, Trump tetap memuji hubungan pribadinya yang positif dengan Xi, bahkan berencana untuk segera bertemu dengannya.
Lebih lanjut, dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump sempat menyampaikan pesan yang ditujukan kepada Xi, mengarahkan salam kepada Vladimir Putin dan Kim Jong Un, serta menuduh mereka berkonspirasi melawan AS. Kremlin sendiri membantah tuduhan tersebut dan menganggap pernyataan Trump sebagai sesuatu yang ironis. Misteri di balik pidato Xi Jinping dan hubungan AS-China yang rumit ini pun semakin menarik perhatian dunia.

