Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian berita internasional yang menghebohkan. Salah satunya adalah pengungkapan misi rahasia pasukan khusus Angkatan Laut AS (SEAL) di Korea Utara pada 2019. Misi yang bertujuan memasang alat penyadap untuk memata-matai Kim Jong Un ini berakhir tragis dengan terbongkarnya operasi dan jatuhnya korban jiwa warga sipil. New York Times memberitakan operasi ini dilakukan saat pemerintahan Trump, di tengah perundingan nuklir sensitif dengan Korea Utara. Ironisnya, Trump sendiri membantah mengetahui operasi berisiko tinggi tersebut.
Selain itu, dunia internasional juga diramaikan oleh seruan Israel kepada warga Gaza untuk mengungsi menjelang serangan besar-besaran. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, melalui media sosial meminta warga untuk pindah ke "zona kemanusiaan" di selatan Gaza. Serangan ini bertujuan merebut pusat kota Gaza, namun waktu pelaksanaannya masih dirahasiakan.

Tragedi lain terjadi di Sydney, Australia. Seorang peselancar tewas diserang hiu besar. Kejadian ini menyebabkan penutupan beberapa pantai di Northern Beaches. Polisi setempat tengah menyelidiki spesies hiu yang terlibat dan telah menemukan bagian-bagian papan selancar korban.
Tegangnya hubungan AS-Venezuela juga menjadi sorotan. Presiden Maduro meminta dialog dengan AS setelah Trump mengancam akan menembak jatuh pesawat militer Venezuela jika mengancam pasukan AS. Ketegangan ini muncul setelah Pentagon menuduh Venezuela mencegat kapal-kapalnya di Karibia.
Terakhir, Presiden Trump menandatangani perintah untuk mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang. Trump menyebutnya sebagai "pesan kemenangan" kepada dunia. Namun, perubahan nama ini masih harus melalui persetujuan Kongres dan tinjauan hukum.

