Internationalmedia.co.id memberitakan serangkaian peristiwa internasional yang menghebohkan. Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, secara mengejutkan mengungkapkan operasi rahasia pasukan komando Israel di dalam wilayah Iran selama perang 12 hari. Pengakuan ini menjadi yang pertama kalinya pejabat tinggi Israel secara terbuka mengakui aksi militer di wilayah Iran. Zamir menyatakan pasukan komando berhasil "beroperasi secara rahasia jauh di dalam wilayah musuh dan menciptakan kebebasan aksi operasional bagi kami".
Sementara itu, Direktur CIA, John Ratcliffe, mengklaim intelijen terbaru menunjukkan kerusakan parah pada program nuklir Iran akibat serangan udara AS. Klaim ini bertolak belakang dengan laporan intelijen Pentagon sebelumnya yang bocor ke media AS, yang menyebut serangan tersebut tidak menghancurkan komponen inti program nuklir Iran. Ratcliffe menegaskan, informasi intelijen yang kredibel menunjukkan beberapa fasilitas nuklir utama Iran hancur dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun kembali.

Di Amerika Serikat, Zohran Mamdani, seorang Muslim berusia 33 tahun, berpotensi mencetak sejarah sebagai Wali Kota New York pertama yang beragama Islam. Mamdani, yang memiliki latar belakang India dan lahir di Uganda, mengalahkan pesaing kuatnya, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kemenangan Mamdani ini memicu reaksi dari Presiden Donald Trump yang mencemoohnya.
Di sisi lain, Hizbullah, kelompok yang berbasis di Lebanon, memberikan ucapan selamat kepada Iran atas apa yang disebutnya sebagai "kemenangan Ilahi" atas Israel setelah gencatan senjata disepakati. Hizbullah menyebut berakhirnya perang 12 hari tersebut sebagai awal dari "fase sejarah baru". Perang tersebut ditandai pertempuran udara sengit antara Iran dan Israel, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan besar di kedua negara. Semua peristiwa ini menjadi sorotan utama berita internasional hari ini.
