Kemampuan militer Korea Utara (Korut) kembali menjadi sorotan. Internationalmedia.co.id melaporkan pernyataan Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, yang mengungkapkan fakta mengejutkan terkait produksi senjata nuklir negara tetangganya tersebut. Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) dan berbicara di Pusat Studi Strategis dan Internasional, Lee mengungkap bahwa Korut mampu memproduksi 10 hingga 20 bom nuklir setiap tahunnya.
Pernyataan ini semakin menguatkan kekhawatiran internasional. Lee menambahkan bahwa Korut diperkirakan telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir siap pakai, dan berdasarkan data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, Korut telah merakit sekitar 50 hulu ledak dan memiliki material fisil untuk memproduksi hingga 40 hulu ledak lainnya. Situasi ini semakin mencemaskan mengingat pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut yang hampir rampung, dan mampu menjangkau wilayah AS.

Presiden Lee, yang tengah berupaya memperbaiki hubungan dengan Korut, menegaskan bahwa kebijakan keras sebelumnya dan kurangnya diplomasi justru berujung pada peningkatan program nuklir Korut. Ia mengakui bahwa jumlah senjata nuklir Korut meningkat signifikan dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Meskipun Korsel berkomitmen pada pencegahan senjata konvensional, Lee juga menyoroti perlunya meredakan ketegangan, termasuk menghentikan penyebaran propaganda anti-Korut di perbatasan. Pertemuan sebelumnya antara Presiden Lee dan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, yang membahas kemungkinan pertemuan kembali dengan pemimpin Korut Kim Jong Un, kini terasa semakin krusial mengingat perkembangan terbaru ini.
