Paris, Prancis – Sebuah langkah signifikan diambil oleh otoritas hukum Prancis. Kantor kejaksaan Paris secara resmi mengumumkan pembentukan tim khusus yang berdedikasi untuk menyelami lebih dalam skandal ‘Epstein Files’ yang menggemparkan dunia, demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Tim yang terdiri dari para pengacara berpengalaman ini akan bekerja sama erat dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional serta kepolisian Prancis. Mandat utama mereka adalah menganalisis secara cermat seluruh berkas dan materi terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, serta membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan apa pun yang mungkin terungkap.

Langkah ini diambil menyusul rilis terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengenai materi dari berkas Epstein, yang memuat nama-nama sejumlah tokoh publik Prancis. Penting untuk digarisbawahi, seperti yang telah berulang kali disampaikan, penyebutan nama dalam dokumen-dokumen tersebut tidak secara otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran hukum atau kesalahan.
Namun, perhatian khusus kini tertuju pada seorang diplomat Prancis yang namanya disebut berkali-kali dalam dokumen Jeffrey Epstein. Otoritas Prancis telah menyatakan komitmennya untuk segera menyelidiki diplomat bernama Fabrice Aidan, yang namanya muncul dalam sejumlah korespondensi email dengan Epstein.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, melalui pernyataan resminya pada Rabu (11/2) – seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP – mengungkapkan keterkejutannya yang mendalam. "Saya sangat terkejut," ujar Barrot, seraya menambahkan bahwa dirinya telah meneruskan tuduhan yang menjerat Aidan kepada jaksa penuntut umum Prancis dan meluncurkan penyelidikan internal di kementeriannya. Barrot menjelaskan bahwa Aidan adalah "sekretaris utama urusan luar negeri yang sedang cuti karena alasan pribadi dan memegang beberapa posisi di sektor swasta."
Meskipun demikian, media-media Prancis, setelah menelusuri berkas Epstein, melaporkan bahwa Fabrice Aidan diketahui melakukan korespondensi email dengan Jeffrey Epstein dari tahun 2010 hingga 2017. Sekali lagi, perlu diingat bahwa kemunculan nama-nama dalam dokumen Epstein tidak serta-merta mengindikasikan adanya kesalahan atau pelanggaran hukum, namun memicu kebutuhan akan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di baliknya.

