Internationalmedia.co.id melaporkan lima berita internasional yang mengguncang dunia hari ini. Pertama, koalisi besar negara-negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, dan Turki, untuk pertama kalinya secara resmi mengecam serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023. Deklarasi bersama ini, yang didukung oleh 17 negara, Liga Arab, dan Uni Eropa, menyerukan Hamas untuk melucuti senjata, membebaskan sandera, dan mengakhiri kekuasaannya di Gaza. Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya perdamaian Israel-Palestina.
Berita kedua datang dari Selandia Baru. FBI resmi membuka kantor permanen di negara tersebut, dengan alasan utama untuk melawan pengaruh China yang semakin meningkat. Direktur FBI, Kash Patel, mengatakan kerjasama intelijen antar negara sangat krusial dalam menghadapi tantangan global.

Selanjutnya, rencana Kanada untuk mengakui negara Palestina pada September mendatang memicu kemarahan Israel. Israel menganggap langkah ini sebagai dukungan bagi Hamas dan menghambat upaya gencatan senjata di Gaza. Pernyataan keras disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Israel dan Duta Besar Israel untuk Kanada.
Ketegangan semakin meningkat dengan pernyataan seorang menteri Israel yang menyatakan kemungkinan aneksasi sebagian wilayah Gaza untuk menekan Hamas. Pernyataan ini muncul sehari setelah Inggris mengumumkan rencana serupa untuk mengakui negara Palestina, dengan syarat Israel mengambil langkah-langkah untuk meringankan penderitaan warga Gaza.
Menutup rangkaian berita mengejutkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak dunia untuk mendorong perubahan rezim di Rusia. Zelensky percaya bahwa hal ini merupakan langkah penting untuk mengakhiri perang dan mencegah destabilisasi negara-negara tetangga Rusia. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi peringatan 50 tahun penandatanganan Undang-Undang Final Helsinki.

