Kabar mengejutkan datang dari Gedung Putih. Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ternyata menderita masalah pembuluh darah kronis. Pengakuan ini muncul setelah beredarnya foto-foto yang menunjukkan memar di tangan dan pembengkakan di kaki sang presiden, memicu spekulasi liar di dunia maya.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa Trump telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk tes vaskular. Leavitt menyatakan memar di tangan Trump disebabkan oleh "kerusakan jaringan akibat sering berjabat tangan" dan konsumsi aspirin—bagian dari pengobatan pencegahan kardiovaskularnya. Pemeriksaan tersebut mengungkapkan Trump menderita insufisiensi vena kronis, kondisi di mana vena kaki gagal memompa darah kembali ke jantung, menyebabkan penumpukan darah di tungkai bawah dan pembengkakan.

Meskipun demikian, Leavitt memastikan tidak ada indikasi trombosis vena dalam atau penyakit arteri. Semua hasil tes, menurutnya, berada dalam batas normal. Dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, menyebut kondisi Trump sebagai kondisi jinak dan umum, terutama pada orang berusia di atas 70 tahun. Pemeriksaan tambahan juga tidak menunjukkan tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal, atau penyakit sistemik lainnya. Barbabella menyimpulkan Trump berada dalam "kondisi kesehatan yang sangat baik".
Penjelasan medis lebih lanjut diberikan oleh Meryl Logan, asisten profesor bedah vaskular di University of Texas. Logan menjelaskan mekanisme kerja vena dan katup dalam memompa darah melawan gravitasi. Insufisiensi vena kronis terjadi ketika sistem ini terganggu, menyebabkan darah kembali ke kaki. Logan menekankan bahwa kondisi ini hanya memengaruhi bagian bawah tubuh, sehingga tidak terkait dengan memar di tangan Trump.
Memar di tangan Trump sebelumnya telah tertangkap kamera saat pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Februari lalu, dan kembali terlihat saat pertemuan dengan Perdana Menteri Bahrain. Foto kaki bengkak Trump juga beredar luas setelah final Piala Dunia Antarklub FIFA di New Jersey. Kejadian ini memicu beragam spekulasi di media sosial.
Meskipun berusia 79 tahun, Trump kerap mengklaim memiliki kesehatan yang prima, bahkan menyebut dirinya sebagai "presiden tersehat yang pernah ada". Dokter presiden menjelaskan memar di tangan sebagai efek samping dari penggunaan aspirin dan kebiasaan berjabat tangan. Penggunaan stoking kompresi dan mengangkat kaki di malam hari disarankan untuk mengatasi insufisiensi vena kronis.
