Internationalmedia.co.id – News – Wilayah Qatar kembali menjadi sasaran serangan rudal Iran, memicu rentetan ledakan di ibu kota Doha dan menyebabkan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim bin Jaber Al Thani, menuding adanya "pengkhianatan besar." Insiden ini terjadi di tengah kampanye balasan Iran yang memanas di seluruh Teluk, menyusul serangkaian serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Laporan dari wartawan AFP dan Al Jazeera pada Senin (9/3) dini hari menyebutkan beberapa ledakan terdengar jelas di Doha. Sejak Iran melancarkan kampanye pembalasan besar-besaran di kawasan Teluk, Doha memang telah menjadi target gelombang drone dan rudal yang berkelanjutan.

Menyikapi situasi yang kian genting, Kementerian Dalam Negeri Qatar telah mengeluarkan peringatan serius. Mereka mendesak warganya untuk tetap berada di dalam rumah, mengingat adanya peningkatan ancaman keamanan di wilayah tersebut.
PM Qatar Ungkap Pengkhianatan Mendalam
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, yang dilansir Al Jazeera, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim bin Jaber Al Thani secara terang-terangan mengungkapkan rasa "pengkhianatan besar" oleh kepemimpinan Iran. Ia menjelaskan bahwa serangan terhadap Qatar dan negara-negara Teluk lainnya terjadi hanya sekitar satu jam setelah dimulainya konflik, meskipun ada pernyataan dari beberapa negara di kawasan itu untuk tidak terlibat dalam perang melawan Iran, serta adanya upaya diplomatik kolektif untuk mencari solusi damai.
"Kesalahan perhitungan Iran untuk menyerang negara-negara Teluk telah menghancurkan segalanya," tegas Sheikh Mohammed. Ia menambahkan bahwa Qatar sepenuhnya menolak justifikasi dan dalih yang digunakan untuk eskalasi tersebut. Lebih lanjut, ia menyatakan keheranannya bahwa Iran terus menyerang negara-negara Teluk, bahkan setelah Presiden Masoud Pezeshkian sempat meminta maaf kepada mereka dan berjanji tidak akan lagi menargetkan selama tidak diserang.
Meskipun demikian, PM Qatar menekankan komitmen negaranya. Ia menyatakan bahwa Qatar "akan terus berbicara dengan Iran dan berupaya untuk meredakan ketegangan" demi stabilitas regional.

