Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia setelah merilis foto yang menampilkan Kim Ju Ae, putri pemimpin Kim Jong Un, sedang memegang dan menembakkan senjata api. Gambar ini sontak memperkuat spekulasi yang telah lama beredar bahwa Ju Ae sedang dipersiapkan sebagai penerus takhta ayahnya.
Dilansir Internationalmedia.co.id – News dari AFP, Kamis (12/3/2026), media pemerintah Pyongyang merilis gambar yang menunjukkan Ju Ae terlihat memegang pistol dengan satu mata terpejam, sementara semburan api keluar dari moncong senjata. Momen ini terjadi saat ia mendampingi ayahnya menghadiri sebuah acara di "pabrik amunisi utama" yang berlokasi di Korea Utara.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Pyongyang melaporkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau produksi pistol baru dan berbagai "senjata ringan portabel" lainnya. Gambar-gambar yang dirilis media pemerintah juga menunjukkan keduanya, Kim Jong Un dan Kim Ju Ae, mengenakan jaket kulit yang serasi, busana yang kerap diinterpretasikan sebagai simbol kekuasaan di negara tersebut. Mereka tampak diberi pengarahan oleh para pejabat saat memeriksa fasilitas pabrik.
Di sana, Pemimpin Kim Jong Un juga berkesempatan untuk menguji sendiri pistol "tipe baru" di "galeri tembak" pabrik, menyatakan kepuasannya atas "keunggulan" senjata tersebut. Dinasti Kim telah memimpin Korea Utara dengan tangan besi selama beberapa dekade terakhir, dengan kultus kepribadian yang mengelilingi "garis keturunan Paektu" mereka mendominasi setiap aspek kehidupan di negara yang terisolasi tersebut.
Meskipun usia Ju Ae masih sangat muda, penampilan publiknya yang semakin sering dan dengan citra tertentu mengundang banyak analisis. Lim Eul-chul, seorang pakar Korea Utara dari Universitas Kyungnam Korea Selatan, kepada AFP, menilai bahwa rezim tampaknya berupaya menumbuhkan citra seorang wanita yang kuat dan tangguh. "Adegan penembakan pistol ini secara jelas mengisyaratkan bahwa ia sedang mengembangkan atribut seorang pemimpin militer," imbuh Lim.
Kim Ju Ae sendiri pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2022 ketika ia menemani ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua. Sebelum kemunculan resminya tersebut, satu-satunya konfirmasi mengenai keberadaannya datang dari mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang sempat mengunjungi Korea Utara pada tahun 2013. Kemunculannya yang semakin menonjol, terutama dalam konteks militer, kini semakin memanaskan perdebatan mengenai masa depan kepemimpinan di Pyongyang.

