Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel mengumumkan melancarkan serangan udara terbaru ke wilayah Lebanon. Serangan ini, yang disebut sebagai gelombang skala besar, menargetkan markas dan infrastruktur kelompok Hizbullah. Tak berselang lama, Hizbullah merespons dengan meluncurkan puluhan roket ke Israel utara, menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dilansir dari AFP, serangan Israel terjadi pada Rabu waktu setempat. Pihak Israel mengklaim operasi ini bertujuan menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Dahiyeh, sebuah pinggiran selatan ibu kota Lebanon yang dikenal sebagai basis kekuatan kelompok yang didukung Iran tersebut. Militer Israel menggambarkan serangan ini sebagai gelombang serangan berskala besar yang menargetkan kemampuan Hizbullah.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam pernyataan terpisah, menegaskan bahwa pasukan Israel "akan segera bertindak dengan kekuatan besar" terhadap fasilitas militer Hizbullah di area tersebut. Pernyataan ini muncul setelah militer Israel melaporkan adanya tembakan roket dari Hizbullah ke arah Israel "dalam beberapa jam terakhir" sebelum serangan balasan mereka.
Sebagai balasan, kelompok militan Lebanon, Hizbullah, mengumumkan pada hari yang sama bahwa mereka telah meluncurkan puluhan roket ke wilayah Israel utara. Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menjelaskan bahwa operasi baru ini merupakan "tanggapan terhadap agresi kriminal terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon serta pinggiran selatan Beirut." Mereka menargetkan sejumlah lokasi di Israel utara dengan puluhan roket sebagai bagian dari operasi yang diumumkan beberapa saat sebelumnya.

