Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Puing Masjid Jadi Saksi Ramadan Gaza
Trending Indonesia

Puing Masjid Jadi Saksi Ramadan Gaza

GunawatiBy Gunawati19-02-2026 - 10.45Tidak ada komentar3 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Puing Masjid Jadi Saksi Ramadan Gaza
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ramadan, bulan suci yang dinanti umat Muslim, tiba di Jalur Gaza pada Rabu (18/2) waktu setempat, namun disambut dengan realitas yang memilukan. Bagi warga Palestina yang kini kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah akibat gempuran Israel yang tak henti, Ramadan kali ini berarti beribadah di antara reruntuhan masjid atau di tempat salat darurat yang didirikan seadanya dari terpal dan kayu. Internationalmedia.co.id – News melaporkan suasana Ramadan yang jauh dari khusyuk dan penuh kepiluan.

Di Kota Gaza, sebuah wilayah yang dulunya padat dan ramai, kini pemandangan pilu mendominasi. Kubah Masjid al-Hassaina, misalnya, kini hanya berupa gundukan puing, ambruk tak berdaya. Halaman masjid yang sebelumnya menjadi pusat keramaian jemaah, kini bertransformasi menjadi area penampungan darurat. Keluarga-keluarga tidur, memasak, dan menjemur pakaian di antara sisa-sisa bangunan yang hancur, sebuah kontras menyakitkan dari masa lalu.

Puing Masjid Jadi Saksi Ramadan Gaza
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya tidak tahan melihatnya," ucap Sami al-Hissi, seorang sukarelawan berusia 61 tahun di masjid tersebut, sembari berdiri di atas tumpukan puing yang dulunya menjadi tempat jemaah bersujud. "Dulu kami salat dengan nyaman, bertemu teman-teman, orang-orang tercinta. Sekarang, tidak ada orang tercinta, tidak ada teman, dan tidak ada masjid." Pemandangan anak-anak memanjat kubah yang retak dan para wanita mengumpulkan cucian yang tergantung di antara tiang-tiang patah menjadi simbol kehancuran yang tak terhindarkan. Al-Hissi mengenang bagaimana masjid itu dulunya menarik ribuan jemaah dari berbagai lingkungan, namun kini, "Hampir tidak ada cukup ruang untuk 100 orang."

Konflik yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, telah memicu respons militer Israel yang masif di Jalur Gaza. Data dari otoritas kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 72.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat gempuran militer Tel Aviv. Kantor media pemerintah Gaza lebih lanjut melaporkan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan setidaknya 835 masjid dan merusak sebagian 180 masjid lainnya. Tak hanya tempat ibadah Muslim, gempuran Israel juga menargetkan gereja-gereja dan menghancurkan 40 dari 60 pemakaman di daerah kantong Palestina itu.

Militer Israel berdalih bahwa operasi mereka menargetkan infrastruktur militan dan menuduh kelompok bersenjata Palestina beroperasi di area-area sipil, termasuk di dalam masjid. Tuduhan ini dibantah mentah-mentah oleh kelompok Hamas, yang menguasai Jalur Gaza. Bagi banyak warga Palestina, kehilangan yang mereka alami melampaui batas fisik; ini adalah kehilangan spiritual dan komunal yang mendalam.

"Kami berharap bisa menyambut Ramadan dalam suasana yang berbeda," tutur Khitam Jabr, salah satu pengungsi yang kini tinggal di area masjid. "Kami tidak memiliki cukup masjid. Semua masjid hancur dan tidak ada tempat untuk beribadah. Sekarang kami beribadah di tenda-tenda, dan masjid-masjid menjadi pusat bagi para pengungsi."

Meskipun dilanda kehancuran dan kekurangan material, semangat warga Palestina untuk beribadah tak padam. Menurut direktur kementerian urusan keagamaan di Kota Gaza, Amir Abu al-Amrain, mereka berupaya membangun kembali sebagian kecil masjid dan mendirikan tempat ibadah sementara menggunakan terpal plastik bekas dan kayu-kayu seadanya. "Sebanyak 430 tempat ibadah telah dibangun kembali, beberapa menggunakan terpal plastik dari rumah kaca, beberapa terbuat dari kayu, dan beberapa dibangun dengan terpal plastik dari tenda," jelasnya. Di tengah puing dan keputusasaan, upaya ini menjadi secercah harapan dan simbol ketahanan iman yang tak tergoyahkan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Pesan Mengejutkan Menlu Iran di Tengah Konflik

22-03-2026 - 10.45

Pertahanan Israel Tumbang Ratusan Terluka Parah

22-03-2026 - 10.30

Iran Beri Jalan Khusus Jepang Korsel Lewati Hormuz

22-03-2026 - 10.15

Teheran Terancam Gelap Gulita Ultimatum Trump Bikin Dunia Tegang

22-03-2026 - 10.00

Rudal Iran Hantam Israel Puluhan Terluka Fasilitas Nuklir Jadi Sorotan

22-03-2026 - 07.30

Teror Rudal Iran Picu Amarah Israel

22-03-2026 - 07.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.