Internationalmedia.co.id – Pentagon mengumumkan perubahan strategi yang mengejutkan. Militer Amerika Serikat (AS) kini akan lebih fokus pada pertahanan dalam negeri dan upaya membendung pengaruh China. Dukungan militer untuk sekutu di Eropa dan wilayah lain akan "lebih terbatas". Hal ini terungkap dalam dokumen Strategi Pertahanan Nasional (NDS) 2026 yang baru dirilis.
Pergeseran ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan Pentagon sebelumnya. NDS 2026 menekankan pada tanggung jawab yang lebih besar bagi sekutu untuk pertahanan mereka sendiri. "Saat pasukan AS fokus pada pertahanan tanah air dan Indo-Pasifik, sekutu dan mitra kita di tempat lain akan mengambil tanggung jawab utama untuk pertahanan mereka sendiri dengan dukungan penting tetapi lebih terbatas dari pasukan Amerika," demikian bunyi dokumen tersebut, seperti dilansir internationalmedia.co.id.

Strategi era Presiden Trump ini juga menyoroti perlunya "hubungan yang saling menghormati" dengan Beijing. Sementara ancaman dari Rusia dinilai "terus-menerus tetapi dapat dikelola". Perbedaan mencolok lainnya adalah fokus pada keamanan perbatasan. NDS sebelumnya menyoroti pentingnya mengatasi "banjir imigran ilegal" dan perdagangan narkotika.
Selain itu, strategi ini menempatkan Amerika Latin sebagai prioritas utama. Pentagon berambisi "memulihkan dominasi militer Amerika di Belahan Barat" untuk melindungi kepentingan nasional dan akses ke wilayah-wilayah penting di kawasan tersebut. Langkah ini telah diwujudkan dengan pengerahan militer AS di Amerika Latin, termasuk operasi kontroversial yang menargetkan dugaan penyelundupan narkoba.
