Internationalmedia.co.id – News – Paris telah secara gamblang menegaskan komitmennya untuk berdiri di sisi negara-negara Teluk dan Yordania, siap menghadapi eskalasi agresi dari Iran. Pernyataan tegas ini muncul setelah Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan tersebut, yang diklaim menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat. Tindakan Iran ini sendiri merupakan respons pasca-serangan rudal AS-Israel pada Sabtu (28/2) yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada Senin (2/3) melalui kantor berita AFP, secara eksplisit menyampaikan solidaritas penuh Paris. "Kepada negara-negara sekutu yang secara sengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam konflik yang tidak mereka pilih — Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania — Prancis menyatakan dukungan penuh dan solidaritas sepenuhnya," ujar Barrot.

Barrot menambahkan bahwa Prancis siap untuk berpartisipasi dalam pertahanan mereka, mengacu pada perjanjian yang mengikatnya dengan para mitranya serta prinsip pertahanan diri kolektif yang diatur dalam hukum internasional. Kekhawatiran Prancis juga diperkuat oleh fakta bahwa sekitar 400.000 warga negara Prancis tinggal atau sedang mengunjungi wilayah Teluk dan sekitarnya.
Sebelumnya, pada Minggu (1/3), pemerintah Prancis bersama Jerman dan Inggris telah mengeluarkan pernyataan bersama, menegaskan kesiapan mereka untuk membela kepentingan serta sekutu di Teluk jika diperlukan. Mereka mengecam serangan Iran sebagai tindakan "sembrono" yang menargetkan sekutu dekat dan membahayakan personel militer serta warga sipil di seluruh wilayah.
"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah tersebut, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk melumpuhkan kemampuan Iran meluncurkan rudal dan drone dari sumbernya," demikian bunyi pernyataan bersama ketiga negara tersebut, dikutip internationalmedia.co.id.
Situasi keamanan di Teluk semakin tegang dengan laporan serangan udara terbaru yang terdengar di berbagai kota pada Senin (2/3), termasuk Dubai, Doha, dan Manama. Sementara itu, militer Iran mengklaim telah menggunakan 15 rudal jelajah dalam serangan terhadap pangkalan udara AS di Kuwait dan kapal-kapal di Samudra Hindia, menandakan eskalasi konflik yang berpotensi meluas.

