Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Pimpinan Anti Korupsi Malaysia Tersandung Skandal Saham
Trending Indonesia

Pimpinan Anti Korupsi Malaysia Tersandung Skandal Saham

GunawatiBy Gunawati13-02-2026 - 16.45Tidak ada komentar3 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pimpinan Anti Korupsi Malaysia Tersandung Skandal Saham
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kuala Lumpur – Sebuah gelombang kontroversi besar tengah mengguncang lembaga anti-korupsi terkemuka di Malaysia. Internationalmedia.co.id – News memberitakan, Ketua Komisi Pencegahan Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, kini berada di bawah investigasi resmi pemerintah terkait dugaan pelanggaran keuangan. Hal ini menyusul laporan mengenai kepemilikan sahamnya secara tidak sah di sebuah entitas perusahaan publik, yang memicu pertanyaan serius tentang integritas.

Skandal ini muncul di tengah upaya keras Malaysia untuk memulihkan citra dan kredibilitasnya di mata dunia, terutama setelah terpaan skandal 1MDB yang menyebabkan kerugian miliaran dolar Amerika Serikat dan menjebloskan seorang mantan perdana menteri ke penjara. Laporan dari media terkemuka Bloomberg, yang dikutip pada Jumat lalu, mengungkapkan bahwa Azam Baki diduga memiliki saham di sebuah perusahaan jasa keuangan dengan nilai sekitar 800.000 Ringgit, atau setara dengan Rp 3,4 miliar.

Pimpinan Anti Korupsi Malaysia Tersandung Skandal Saham
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Malaysia tidak tinggal diam. Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, dalam sebuah konferensi pers menyatakan bahwa Kabinet telah memutuskan untuk membentuk sebuah komite khusus. "Komite ini, yang akan dipimpin oleh Sekretaris Utama Pemerintah, akan menyelidiki secara menyeluruh tuduhan yang dialamatkan kepada Kepala Komisioner MACC," jelas Fahmi. Ia menambahkan bahwa setelah penyelidikan rampung, temuan akan dilaporkan kembali kepada kabinet untuk penentuan tindakan selanjutnya, sebagai bagian dari komitmen pemerintah terhadap transparansi dan integritas.

Aturan kepegawaian di Malaysia mengizinkan pegawai negeri sipil untuk membeli saham perusahaan, namun dengan batasan ketat. Kepemilikan tidak boleh melebihi lima persen dari modal disetor atau senilai 100.000 Ringgit, mana pun yang lebih rendah. Selain itu, mereka diwajibkan untuk mendeklarasikan aset mereka setidaknya sekali setiap lima tahun. Laporan Bloomberg mengindikasikan bahwa Azam Baki belum pernah mendeklarasikan asetnya secara publik.

Di sisi lain, Azam Baki dengan tegas membantah seluruh tuduhan pelanggaran yang dialamatkan kepadanya. Melalui kantor berita Bernama, ia menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki saham di perusahaan mana pun. Azam mengakui pernah membeli saham yang dimaksud, namun ia mengklaim telah menjualnya tanpa memperoleh keuntungan sepeser pun. Ia juga berargumen bahwa aturan pembatasan kepemilikan saham hingga lima persen dari modal disetor tidak berlaku dalam kasusnya, karena saham tersebut dibeli melalui pasar terbuka.

MACC, yang didirikan pada tahun 2009, memiliki mandat krusial untuk menyelidiki dan memberantas korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan, baik di sektor publik maupun swasta. Lembaga ini memiliki kewenangan luas, termasuk memanggil individu, melakukan penggeledahan, menyita properti, hingga menangkap tersangka. Belakangan ini, MACC aktif menangani sejumlah kasus penting di Malaysia, seperti dugaan penyimpangan dalam pengadaan militer dan kasus suap yang melibatkan mantan menteri.

Mencuatnya dugaan terhadap Azam Baki sontak memicu reaksi dari kalangan anggota parlemen Malaysia. Mereka mendesak Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk segera menonaktifkan Azam dari jabatannya dan meluncurkan penyelidikan independen guna mengusut tuntas permasalahan ini, demi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga anti-korupsi.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Bandara Kuwait Terbakar Hebat

25-03-2026 - 12.45

Terkuak Rencana Rahasia Trump Redakan Konflik Iran

25-03-2026 - 12.30

Macron Ultimatum Iran Ancaman Baru di Teluk

25-03-2026 - 12.15

Timur Tengah Bergolak Rudal Iran Menghantam

25-03-2026 - 12.00

Nyawa Tak Bersalah Melayang di Lebanon

25-03-2026 - 10.45

Raksasa Laut Amerika Terpaksa Mundur

25-03-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.