Internationalmedia.co.id – News – Jakarta. Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru-baru ini mengguncang panggung politik global dengan deklarasi mengejutkan: negaranya kini terlibat dalam "perang total" melawan trio kekuatan Barat, meliputi Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Pernyataan berani ini dilontarkan menjelang pertemuan krusial antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump.
Dilansir dari AP News pada Minggu (8/12/2025), Pezeshkian secara tegas menuduh ketiga negara tersebut terus-menerus berupaya mengacaukan stabilitas Iran. Melalui situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Pezeshkian bahkan menggarisbawahi bahwa konflik yang sedang berlangsung ini jauh lebih kompleks dan sulit dibandingkan Perang Iran-Irak era 1980-an, sebuah konflik yang menelan korban jiwa lebih dari satu juta orang dari kedua belah pihak. "Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa; mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil," tegas Pezeshkian, mengutip langsung pernyataannya.

Ketegangan yang memuncak ini bukan tanpa riwayat. Pada Juni lalu, Iran menjadi sasaran serangkaian serangan udara selama 12 hari yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat, mengakibatkan tewasnya hampir 1.100 warga Iran, termasuk sejumlah komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balasan yang menewaskan 28 orang di Israel.
Deklarasi Pezeshkian ini muncul hanya dua hari sebelum Perdana Menteri Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Trump di Florida pada Senin (29/12). Pertemuan ini menandai kunjungan kelima Netanyahu kepada sekutunya, Trump, di Amerika Serikat tahun ini. Dilansir dari AFP pada Minggu (28/12), agenda utama pertemuan tersebut diperkirakan akan mencakup upaya kelanjutan gencatan senjata Gaza yang rapuh, di samping pembahasan isu-isu regional krusial lainnya.
Seorang pejabat Israel mengonfirmasi keberangkatan Netanyahu ke AS pada 28 Desember untuk pertemuan keesokan harinya. Selain situasi di Gaza, laporan dari surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Rabu (24/12) menyebutkan bahwa berbagai isu regional, termasuk Iran, pembicaraan mengenai perjanjian keamanan Israel-Suriah, serta gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon, juga akan menjadi topik utama dalam diskusi. Presiden Trump sendiri sebelumnya telah mengisyaratkan keinginan Netanyahu untuk bertemu dengannya selama liburan di Florida.
