Jakarta – Internationalmedia.co.id – News – Putra terakhir Shah Iran yang kini hidup dalam pengasingan, Reza Pahlavi, kembali melayangkan seruan mendesak kepada komunitas internasional untuk mengulurkan tangan mendukung rakyat Iran. Tokoh oposisi yang bermukim di Amerika Serikat ini juga menyerukan kepada seluruh warga Iran, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk terus melanjutkan gelombang demonstrasi menentang rezim Republik Islam yang berkuasa.
Reza Pahlavi, yang belum menginjakkan kaki di tanah kelahirannya sejak revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki, menegaskan bahwa Iran membutuhkan "faktor penyeimbang" dari luar untuk menggulingkan otoritas ulama. "Saya pikir banyak warga Iran, baik di dalam maupun luar negeri, sangat berharap bahwa intervensi semacam ini akan menetralkan instrumen penindasan rezim, akhirnya membuka jalan bagi solusi permanen," ungkap ‘Putra Mahkota’ Iran itu saat berbicara di Konferensi Keamanan Munich, seperti dilansir kantor berita AFP pada Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, "Kami memohon intervensi kemanusiaan untuk mencegah lebih banyak nyawa tak berdosa melayang dalam proses ini."
Seruan ini muncul di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang memuncak di Iran pada Januari lalu. Aksi-aksi demonstrasi tersebut disambut dengan penindakan keras oleh pemerintah, yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menewaskan ribuan orang. Presiden AS Donald Trump sendiri sebelumnya telah mengancam intervensi militer untuk mendukung gerakan protes jalanan ini. Trump juga telah menempatkan kapal induk AS di Timur Tengah, dan pada Jumat (13/2), ia menyatakan akan segera mengirimkan kapal induk lainnya yang merupakan kapal terbesar di dunia.
Pahlavi menekankan bahwa Trump "perlu meyakinkan seluruh dunia bahwa ia telah memberikan upaya diplomatik kesempatan maksimal." Namun, Pahlavi juga mengakui bahwa "Presiden Trump menyadari bahwa rakyat Iran sangat jelas dalam permintaan dukungan mereka, mereka benar-benar percaya pada janjinya bahwa bantuan akan segera tiba." "Ada banyak yang dipertaruhkan dalam hal menjaga kredibilitas di hadapan harapan besar tersebut," ujarnya selama percakapan dengan jurnalis CNN, Christiane Amanpour, di Konferensi Keamanan Munich, sebuah kesempatan langka baginya untuk berbicara di forum internasional.

