Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menggemparkan, mengklaim bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, akan segera dibuka kembali dan selanjutnya berada di bawah kendali bersama Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini muncul di tengah dialog intensif dengan pihak Iran yang disebutnya membuahkan hasil. Demikian dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News.
Dalam wawancara yang dilansir CNN pada Senin (23/3/2026), Presiden Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai kapan Selat Hormuz akan kembali beroperasi penuh. Ia menegaskan, "Itu akan segera dibuka, jika negosiasi dengan Iran terus berjalan lancar." Trump menambahkan bahwa ke depannya, kontrol atas selat strategis tersebut akan dipegang bersama oleh kedua negara.

Trump secara spesifik menyebutkan bahwa kendali bersama tersebut akan melibatkan dirinya dan pemimpin spiritual Iran. "Itu akan dikendalikan bersama," ujarnya. "Saya dan Ayatollah, siapa pun Ayatollah saat ini, siapa pun Ayatollah berikutnya," lanjutnya, mengisyaratkan kesepakatan yang melampaui kepemimpinan saat ini.
Tidak hanya itu, Trump juga secara gamblang menyatakan akan adanya "perubahan rezim yang sangat serius" di Iran. Ia mengaitkan hal ini dengan serangan yang terjadi pada dini hari konflik sebelumnya, yang menyebabkan tewasnya sebagian besar pemimpin senior Iran. "Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim," tegasnya, menyiratkan bahwa perubahan tersebut adalah konsekuensi logis dari peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Trump telah menyatakan bahwa pembicaraan yang berlangsung selama akhir pekan terakhir ini menunjukkan harapan besar untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Ia memuji para negosiator Iran yang terlibat. "Tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid," ungkap Trump. "Orang-orang di dalam tahu siapa mereka, mereka sangat dihormati, dan mungkin salah satu dari mereka adalah orang yang tepat seperti yang kita cari," pungkasnya, menunjukkan optimisme terhadap prospek perdamaian.

