Kabar gembira bagi warga Ibu Kota terkait pengembangan transportasi publik datang dari rencana operasional penuh Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Manggarai. Namun, di balik antusiasme tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Maulani, memberikan sorotan penting. Menurut Internationalmedia.co.id – News, Rany menegaskan bahwa keberhasilan LRT dalam mengurai kemacetan sangat bergantung pada integrasi yang mulus dengan moda transportasi lain.
Rany Maulani menyambut positif kehadiran jalur LRT ini, menyebutnya sebagai "kabar baik bagi sistem transportasi publik Jakarta". Ia meyakini, perluasan konektivitas akan membuka opsi perjalanan yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus memicu pergeseran dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Meski demikian, Rany mengingatkan agar tidak menggantungkan harapan sepenuhnya pada LRT sebagai solusi tunggal untuk persoalan kemacetan di koridor Kelapa Gading-Manggarai. Efektivitasnya, menurutnya, akan sangat bergantung pada sejauh mana integrasi dengan moda transportasi lain, seperti TransJakarta, KRL Commuter Line, dan MRT, serta kemudahan aksesibilitas dari dan menuju stasiun.
Konektivitas antarmoda dan kenyamanan akses ‘first mile-last mile’ menjadi poin krusial yang digarisbawahi Rany. Ia menekankan pentingnya memastikan masyarakat dapat berpindah antarmoda dengan mudah dan nyaman, baik saat menuju maupun meninggalkan stasiun. Harapannya, integrasi yang solid antara LRT dengan TransJakarta, KRL, dan MRT akan menciptakan ekosistem transportasi yang praktis, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Keberhasilan operasional LRT ini, lanjut Rany, perlu dievaluasi secara berkala. Indikator utama yang akan diamati adalah sejauh mana terjadi peningkatan jumlah penumpang dan, yang lebih penting, berapa banyak pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke LRT. "Jika jumlah penumpang meningkat signifikan dan integrasinya semakin optimal, LRT ini berpotensi menjadi instrumen vital dalam menekan angka kemacetan di Jakarta," pungkasnya.
Jalur LRT Kelapa Gading-Manggarai membentang sepanjang sekitar 12,2 kilometer, melayani 11 stasiun strategis. Stasiun Manggarai sendiri dirancang sebagai hub integrasi multifungsi, menghubungkan penumpang dengan TransJakarta, KRL Commuter Line, dan bahkan Kereta Api Bandara.
LRT Jakarta rute ini dijadwalkan memulai operasional penuh pada 26 Agustus 2026, melayani masyarakat dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB setiap harinya.
