Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memanas setelah Korea Utara (Korut) meluncurkan sekitar sepuluh rudal balistik ke arah Laut Jepang, atau yang juga dikenal sebagai Laut Timur. Insiden provokatif ini terjadi bertepatan dengan berlangsungnya latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS), memicu pertanyaan besar mengenai motif Pyongyang.
Laporan mengenai rentetan peluncuran rudal ini pertama kali disampaikan oleh negara-negara tetangga Korut, yakni Korsel dan Jepang. Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) mengonfirmasi bahwa militer Seoul mendeteksi "sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi" diluncurkan dari wilayah Sunan, Korut, menuju Laut Timur sekitar pukul 13.20 waktu setempat. Kementerian Pertahanan Jepang, melalui platform media sosial X, turut mengonfirmasi aktivitas serupa, menyatakan bahwa "apa yang mungkin merupakan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara" dan diyakini telah jatuh di perairan tersebut.

Peluncuran rudal ini bukan tanpa latar belakang. Beberapa hari sebelumnya, Pyongyang telah mengeluarkan peringatan keras mengenai "konsekuensi mengerikan" terkait latihan militer tahunan "Freedom Shield" yang sedang dijalankan oleh Korsel dan AS. Latihan gabungan ini, yang dimulai pada Senin (9/3) dan melibatkan sekitar 18.000 tentara Korsel, dijadwalkan berlangsung hingga 19 Maret. Korut, sebagai negara bersenjata nuklir, secara konsisten menganggap latihan semacam itu sebagai persiapan invasi terhadap wilayahnya.
Aktivitas provokatif ini semakin menggarisbawahi sikap Korut yang baru-baru ini memupuskan harapan akan pencairan hubungan diplomatik dengan Seoul. Bulan lalu, pemimpin Korut Kim Jong Un secara tegas menyatakan bahwa negaranya "sama sekali tidak ada urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan," dan akan "secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori rekan senegara." Pernyataan ini diperkuat oleh Kim Yo Jong, adik perempuan sekaligus orang kepercayaan Kim Jong Un, yang awal pekan ini menyebut latihan gabungan AS-Korsel tersebut "dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat mengerikan." Hingga kini, Pyongyang belum merilis pernyataan resmi terkait peluncuran rudal terbaru ini, namun pola eskalasi ketegangan tampaknya terus berlanjut.

