Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, 17 Maret 2026. Dinamika geopolitik global kembali menjadi sorotan utama, terutama dengan perkembangan terbaru seputar konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Di tengah ketidakpastian yang terus menyelimuti, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang memicu spekulasi, sementara serangkaian peristiwa penting lainnya turut mendominasi pemberitaan internasional hari ini. Berbagai kabar ini, mulai dari tuduhan serangan rumah sakit hingga penolakan tegas dari Eropa, mencerminkan betapa kompleksnya lanskap hubungan internasional saat ini.
Presiden Trump, dalam beberapa kesempatan, terus mengulang janjinya bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari ini, menurutnya, tidak akan berlarut-larut, meskipun ia sendiri mengakui bahwa penyelesaiannya mungkin tidak terjadi dalam pekan ini. Pernyataan samar ini bukan yang pertama kali disampaikan Trump, menambah daftar panjang prediksi yang belum terwujud mengenai potensi berakhirnya perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Teheran. Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat dan publik internasional.

Dari Asia Selatan, ketegangan memuncak antara Afghanistan dan Pakistan. Pemerintah Afghanistan secara terbuka menuduh militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sebuah rumah sakit di ibu kota Kabul yang merawat pengguna narkoba. Insiden tragis pada Senin (16/3) sekitar pukul 21.00 waktu setempat ini diklaim menewaskan sedikitnya 400 orang. Namun, klaim tersebut dengan tegas dibantah oleh Pakistan, yang menyatakan bahwa mereka hanya menargetkan instalasi militer di Kabul dan provinsi Nangahar, menuding tuduhan Afghanistan sebagai "palsu dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik."
Sementara itu, di Eropa, desakan Presiden Trump agar negara-negara Uni Eropa mengirimkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz disambut dengan penolakan bulat. Para pemimpin Eropa menegaskan tidak memiliki niat untuk terlibat secara militer dalam eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dengan tegas menyatakan bahwa Eropa "tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran" dan "tidak tertarik pada perang tanpa akhir," menyebutnya "bukan perangnya Eropa" dalam pernyataan setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels.
Menanggapi situasi di Selat Hormuz, otoritas Iran menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut, yang vital bagi pasokan energi global, "hanya ditutup untuk musuh." Meskipun perang berkecamuk, Iran mengizinkan perlintasan terbatas bagi kapal tanker minyak dari negara-negara yang tidak terlibat konflik, asalkan ada koordinasi militer dengan Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara lebih jelas mengatakan bahwa pada Senin (16/3) waktu setempat, beberapa kapal tanker minyak diizinkan melintas.
Di sisi lain, Rusia menyuarakan keprihatinan mendalam. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengingatkan bahwa masalah Palestina kini berada dalam "krisis mendalam" dan "dengan mudah terlupakan" akibat perhatian dunia yang teralihkan oleh perang AS-Israel melawan Iran. Berbicara dalam konferensi pers di Moskow, Lavrov menekankan bahwa sebelum serangan AS dan Israel pada 28 Februari, diskusi mengenai isu Timur Tengah sebagian besar berpusat pada pembentukan negara Palestina.
Berbagai peristiwa yang dihimpun oleh internationalmedia.co.id hari ini menggarisbawahi kompleksitas dan ketidakpastian lanskap geopolitik global, di mana satu konflik dapat memicu serangkaian reaksi dan menggeser prioritas isu-isu krusial lainnya di panggung dunia.

