Internationalmedia.co.id – News – Washington, D.C. – Sebuah pernyataan signifikan datang dari Gedung Putih, mengindikasikan bahwa Amerika Serikat berada di jalur yang tepat untuk mengambil alih kendali penuh atas wilayah udara Iran. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Jumat (6/3) waktu setempat, mengungkapkan proyeksi ambisius bahwa tujuan ini diperkirakan akan tercapai dalam rentang waktu empat hingga enam minggu.
Dalam konferensi pers yang sama, Leavitt menjelaskan lebih lanjut mengenai visi Washington terhadap konflik ini. Ia menegaskan bahwa ketika Presiden Donald Trump, sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS, menilai Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi Amerika Serikat dan Operasi Epic Fury telah mencapai sasarannya, maka Iran secara efektif akan berada dalam posisi ‘penyerahan tanpa syarat’. Pernyataan ini menggemakan komentar Trump sebelumnya pada 6 Maret, yang menekankan bahwa tidak akan ada kesepakatan dengan Iran tanpa penyerahan total.

Selain fokus pada dominasi udara dan penyerahan, Gedung Putih juga mengisyaratkan keterlibatan AS dalam menentukan masa depan politik Iran. Leavitt mengonfirmasi bahwa Washington sedang mempertimbangkan sejumlah kandidat potensial untuk memimpin Iran pasca-konflik. Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden Trump, dalam wawancara dengan Reuters pada 5 Maret, secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat harus berperan dalam pemilihan pemimpin Iran berikutnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan, Leavitt menyatakan, "Saya tahu ada sejumlah individu yang sedang dipertimbangkan oleh badan intelijen kami dan pemerintah Amerika Serikat, namun saya tidak akan merinci lebih lanjut mengenai hal itu." Keterlibatan AS dalam suksesi kepemimpinan ini menjadi krusial, terutama setelah Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat, kemungkinan besar tidak akan menjadi penerus. Khamenei sendiri dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan AS dan Israel pada fase awal konflik.
Dengan target penguasaan wilayah udara yang jelas dan pertimbangan serius terhadap struktur kepemimpinan Iran di masa depan, Washington tampaknya mengirimkan pesan tegas mengenai tekadnya untuk mengakhiri konflik dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Amerika Serikat.

