Internationalmedia.co.id – News – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengeluarkan peringatan keras mengenai situasi di Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa konflik yang berkecamuk di kawasan tersebut kini telah melampaui batas kendali, berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang masif dan guncangan ekonomi global yang tak terhindarkan.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP pada Rabu (25/3/2026), Guterres menegaskan, "Konflik ini telah melampaui batas yang bahkan dibayangkan para pemimpin dunia." Ia menambahkan bahwa dunia kini berada di ambang perluasan perang, dengan konsekuensi penderitaan manusia yang kian meningkat dan dampak destabilisasi pada perekonomian global. "Ini sudah terlalu jauh," tegasnya, mendesak semua pihak untuk segera menahan diri dan mencari solusi damai demi mencegah eskalasi yang lebih parah.

Situasi di kawasan Timur Tengah memang tengah memanas drastis. Di tengah ketegangan yang tak kunjung mereda dengan Iran, militer Israel dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Lebanon, mengakibatkan ribuan korban jiwa. Lebanon sendiri telah terseret ke dalam pusaran konflik regional ini sejak 2 Maret, menyusul serangan roket Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, ke wilayah Israel. Aksi Hizbullah tersebut diklaim sebagai balasan atas pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dalam sebuah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Sebagai respons, Tel Aviv melancarkan serangan udara balasan berskala besar di berbagai wilayah Lebanon, dengan klaim menargetkan posisi-posisi strategis Hizbullah. Tak berhenti di situ, Israel juga mengerahkan pasukan daratnya untuk melakukan invasi ke area perbatasan Lebanon, menambah daftar panjang eskalasi militer di wilayah tersebut.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, yang dirilis pada Rabu (25/3/2026) dan dikutip oleh Anadolu Agency serta Middle East Monitor, mengungkapkan angka korban yang memprihatinkan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, setidaknya 33 jiwa melayang dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Dengan penambahan ini, total korban tewas akibat konflik telah mencapai 1.072 orang, sementara 2.966 lainnya menderita luka-luka. Laporan rinci kementerian tersebut juga mencatat bahwa pada Selasa (24/3) saja, serangan udara dan tembakan artileri Israel yang menyasar bangunan permukiman dan berbagai area di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 20 lainnya.
Eskalasi ini semakin memperkuat kekhawatiran Guterres dan komunitas internasional akan potensi bencana yang lebih besar jika konflik di Timur Tengah tidak segera dihentikan.

