Sebuah serangan udara brutal yang dilancarkan oleh junta militer Myanmar telah menghantam sebuah pasar yang ramai di wilayah Rakhine, menewaskan sedikitnya 17 warga sipil tak bersalah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden tragis ini menambah daftar panjang kekerasan yang melanda negara tersebut.
Myanmar telah terperosok dalam konflik sipil berkepanjangan sejak kudeta militer pada Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil. Sejak saat itu, pasukan junta terlibat dalam pertempuran sengit melawan berbagai kelompok etnis bersenjata minoritas dan milisi pro-demokrasi di seluruh negeri.

Menurut laporan dari Tentara Arakan (AA), kelompok oposisi bersenjata Myanmar, serangan udara tersebut terjadi pada Selasa lalu, menghantam pasar di desa Yoe Ngu, sebuah permukiman di negara bagian Rakhine yang terletak di bagian paling barat Myanmar. AA menegaskan bahwa sedikitnya 17 orang yang tewas dalam insiden itu adalah "warga sipil tak bersalah."
Sementara itu, Asosiasi Pemuda Ponnagyun (PYA), sebuah kelompok sukarelawan sipil, memberikan angka korban tewas yang sedikit berbeda, yakni mencapai 18 orang. PYA juga mengungkapkan bahwa gempuran udara junta militer itu memicu kebakaran hebat dan menyebabkan kerusakan parah pada bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Ketua PYA, Pyae Phyo Naing, yang tiba di lokasi tak lama setelah serangan, menggambarkan situasi yang mengerikan. "Situasinya sangat buruk, empat atau lima bangunan terbakar dan banyak bangunan hancur," ujarnya. "Beberapa orang menangis sementara banyak mayat bergelimpangan di area tersebut," lanjut Naing, menambahkan bahwa "sejumlah orang berlari menjauh dari lokasi kejadian karena masih ada rumah-rumah yang terbakar ketika kami tiba."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh juru bicara junta militer Myanmar terkait insiden mematikan di pasar Yoe Ngu ini.

