Saint Petersburg diguncang kabar mengejutkan setelah sebuah gedung polisi militer Rusia dilaporkan ambruk di kompleks pangkalan militer, tepatnya di luar kota terbesar kedua di Rusia tersebut. Insiden yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) ini segera menarik perhatian publik, dengan penyebab pasti keruntuhan yang masih diselimuti misteri dan menjadi fokus penyelidikan intensif. Internationalmedia.co.id – News
Komite Investigasi Rusia, lembaga yang bertanggung jawab atas penyelidikan kasus-kasus besar, telah mengambil alih penanganan insiden ini. Mereka secara resmi membuka penyelidikan yang menyoroti potensi pelanggaran keselamatan kebakaran sebagai salah satu faktor penyebab. Dalam pernyataan awal, Komite mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat peristiwa tragis tersebut, meskipun jumlah pastinya belum dirinci.

Meskipun demikian, pihak berwenang belum memberikan indikasi langsung bahwa insiden ini terkait dengan kebocoran gas, sebuah masalah yang kerap menjadi penyebab ledakan fatal di gedung-gedung era Soviet di Rusia. Di negara tersebut, penggunaan gas untuk pemanasan dan memasak masih sangat umum, membuat insiden terkait gas menjadi kekhawatiran yang selalu ada.
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Alexander Drozdenko segera mengeluarkan instruksi. "Saya telah menginstruksikan pasukan keamanan untuk membantu militer membersihkan puing-puing dan menyelamatkan korban setelah runtuhnya gedung polisi militer di wilayah unit militer di Sertolovo," ujar Drozdenko. Sertolovo sendiri dikenal sebagai sebuah desa kecil yang berlokasi strategis di pinggiran Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Federasi Rusia.
Sementara itu, laporan dari media lokal 47news, mengutip sumber layanan darurat, mengindikasikan bahwa jumlah korban tewas mencapai tiga orang. Media tersebut juga menyebutkan bahwa keruntuhan gedung diduga kuat disebabkan oleh "ledakan". Sebuah foto yang belum terverifikasi juga dipublikasikan oleh 47news, memperlihatkan sebuah blok bangunan tiga lantai berwarna abu-abu dengan kerusakan signifikan yang terlihat jelas pada setidaknya dua lantainya, memberikan gambaran awal tentang skala kehancuran.
Insiden ini terjadi dalam konteks yang lebih luas di mana Rusia telah secara berkala menghadapi berbagai serangan sabotase. Serangan-serangan ini, yang menargetkan pangkalan militer maupun infrastruktur sipil, telah menjadi bagian dari lanskap keamanan negara tersebut sejak dimulainya invasi ke Ukraina hampir empat tahun silam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti di balik ambruknya gedung polisi militer ini, serta memastikan jumlah pasti korban yang terdampak.

