Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden serius mengguncang kawasan Uni Emirat Arab ketika sebuah proyektil yang diyakini berasal dari Iran mendarat di dekat markas militer Australia untuk Timur Tengah. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, segera mengonfirmasi kejadian tersebut, memastikan bahwa meski proyektil itu menghantam area dekat Pangkalan Udara Al Minhad, tidak ada personel militer Australia yang mengalami cedera. Insiden ini, yang terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, menimbulkan kerusakan minor namun memicu kekhawatiran baru di tengah ketegangan regional.
Dilansir dari laporan AFP yang diterima internationalmedia.co.id, proyektil tersebut mendarat sekitar pukul 09.15 waktu Sydney, atau dini hari waktu setempat, di area yang berdekatan dengan Pangkalan Al Minhad. PM Albanese menegaskan kembali keamanan pasukannya. "Saya dapat memastikan bahwa tidak ada personel Australia yang terluka, dan semua orang benar-benar aman," ujarnya kepada wartawan. Meskipun tidak ada korban jiwa, proyektil tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan kecil pada salah satu blok akomodasi dan fasilitas medis di pangkalan tersebut.

Pangkalan Udara Al Minhad, yang berlokasi sekitar 24 kilometer selatan Dubai, bukan sekadar fasilitas militer biasa. Sejak tahun 2003, pangkalan ini telah menjadi pusat operasional utama bagi pasukan Australia di Timur Tengah, memainkan peran krusial dalam berbagai misi regional. Secara rutin, hingga 80 warga Australia bertugas di pangkalan ini, menjadikannya titik strategis yang vital bagi kehadiran militer Negeri Kanguru di kawasan tersebut.
Insiden kali ini bukanlah yang pertama. Pangkalan Al Minhad sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan, termasuk serangan pesawat tak berawak Iran. Serangan-serangan ini seringkali terjadi menyusul peristiwa besar di kawasan, seperti serangan AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin Teheran, Ayatollah Ali Khamenei. Konteks ini mengindikasikan pola eskalasi ketegangan di mana pangkalan militer asing di wilayah tersebut kerap menjadi target balasan.
Meskipun kerusakan minimal dan tidak ada korban jiwa, insiden proyektil ini menjadi pengingat tajam akan volatilitas situasi keamanan di Timur Tengah, serta tantangan yang dihadapi pasukan internasional yang beroperasi di sana.

