Internationalmedia.co.id – News – Pakistan melancarkan serangan udara dan darat yang terkoordinasi di tujuh titik strategis di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. Aksi militer ini, yang menargetkan kelompok militan yang beroperasi dari wilayah Afghanistan, merupakan respons tegas Islamabad terhadap serangkaian serangan bunuh diri mematikan yang baru-baru ini mengguncang Pakistan.
Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan mengonfirmasi bahwa operasi ini adalah "penargetan selektif berbasis intelijen" terhadap tujuh kamp dan sarang persembunyian teroris. Sasaran utama adalah kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasinya, serta kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Menteri Informasi, Attaullah Tarar, melalui platform X, menegaskan bahwa serangan ini adalah upaya untuk memberantas ancaman terorisme yang bersumber dari seberang perbatasan. Meskipun demikian, rincian lokasi pasti dan skala kerusakan akibat serangan tersebut belum diungkapkan secara spesifik oleh Islamabad.

Langkah militer ini dipicu oleh dua insiden terorisme brutal yang mengguncang Pakistan. Dua minggu sebelumnya, sebuah masjid Syiah di Islamabad menjadi sasaran bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 31 jemaah dan melukai lebih dari 160 lainnya. Serangan biadab ini, yang diklaim oleh kelompok ISIS, merupakan yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak pemboman Hotel Marriott pada tahun 2008. Selain itu, sebuah pemboman bunuh diri lainnya yang terjadi baru-baru ini di wilayah barat laut Pakistan juga turut menjadi pemicu.
Pemerintah Pakistan secara terbuka menuduh otoritas Taliban Afghanistan gagal mengendalikan wilayah mereka dan membiarkan kelompok-kelompok militan menggunakan tanah Afghanistan sebagai basis operasi dan tempat persembunyian. Tuduhan ini telah memperburuk hubungan bilateral yang memang sudah tegang, ditandai dengan serangkaian bentrokan perbatasan mematikan yang terjadi secara sporadis dalam beberapa bulan terakhir.
