Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Operasi Epic Fury AS Guncang Iran Pemimpin Tertinggi Tewas
Trending Indonesia

Operasi Epic Fury AS Guncang Iran Pemimpin Tertinggi Tewas

GunawatiBy Gunawati02-03-2026 - 07.30Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Operasi Epic Fury AS Guncang Iran Pemimpin Tertinggi Tewas
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Washington DC – Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Iran, sebuah operasi yang diberi nama sandi ‘Epic Fury’. Serangan ini berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan menandai eskalasi dramatis dalam konflik regional. Dilaporkan pada Minggu, 1 Maret 2026, operasi ini telah mengubah lanskap geopolitik Timur Tengah secara signifikan.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam sebuah unggahan di platform X, memuji Operasi ‘Epic Fury’ sebagai operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi yang pernah tercatat dalam sejarah militer. Hegseth menegaskan bahwa rezim Iran telah mengabaikan kesempatan untuk mencapai kesepakatan damai dan kini harus menghadapi konsekuensinya. "Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini," ujar Hegseth.

Operasi Epic Fury AS Guncang Iran Pemimpin Tertinggi Tewas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dia menambahkan bahwa AS tidak akan mentolerir ancaman rudal-rudal kuat yang ditujukan kepada rakyat Amerika. Tujuan utama dari operasi ini adalah menghancurkan kemampuan rudal, fasilitas produksi rudal, dan kekuatan angkatan laut Iran. Mengutip pernyataan Presiden Trump, Hegseth dengan tegas menyatakan, "Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir." Hegseth juga mengklaim bahwa AS tidak memulai konflik ini, melainkan Iran yang telah berulang kali mengancam warga AS. "Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami akan mengakhirinya. Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia – seperti yang dilakukan Iran – maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda," ancamnya.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa Operasi ‘Epic Fury’ resmi dimulai pada 28 Februari, atas arahan langsung dari Presiden Donald Trump. Pasukan AS dan sekutunya melancarkan gelombang serangan awal pada pukul 01.15 waktu AS, dengan misi untuk melumpuhkan aparat keamanan rezim Iran.

CENTCOM menjelaskan bahwa serangan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang menimbulkan ancaman langsung terhadap kepentingan AS dan sekutunya. Target-target kunci yang dihantam meliputi fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sistem pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer. Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyatakan, "Presiden memerintahkan tindakan berani, dan prajurit, pelaut, penerbang, marinir, penjaga, dan penjaga pantai kita yang gagah berani menjawab panggilan tersebut."

Setelah gelombang serangan awal dari AS dan sekutunya, pasukan CENTCOM berhasil mempertahankan diri dari ratusan serangan rudal dan drone balasan yang dilancarkan oleh Iran. CENTCOM melaporkan tidak ada korban jiwa atau cedera di pihak AS, dan kerusakan pada instalasi AS diklaim minimal serta tidak mengganggu jalannya operasi. Jam-jam pertama operasi melibatkan peluncuran amunisi presisi dari platform udara, darat, dan laut. Selain itu, Satuan Tugas Scorpion Strike CENTCOM untuk pertama kalinya dalam pertempuran menggunakan drone serang satu arah berbiaya rendah. Operasi ‘Epic Fury’ ini tercatat sebagai konsentrasi kekuatan militer AS terbesar di kawasan Arab dalam satu generasi terakhir.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Timur Tengah Bergolak Hebat Hizbullah Kirim Rudal ke Israel

02-03-2026 - 10.30

Mantan Wapres AS Bongkar Fakta Mengejutkan Perang Iran

02-03-2026 - 10.15

Trump Bersumpah Balas Dendam Setelah Tiga Militer AS Gugur

02-03-2026 - 10.00

Pilu di Layar Kaca Iran Pemimpin Tertinggi Gugur

02-03-2026 - 07.45

Trump Sebut Iran Runtuh Dalam Hitungan Minggu

02-03-2026 - 07.15

Langit Yerusalem Bergejolak Tujuh Terluka

02-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.