Internationalmedia.co.id – News – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan sebuah unggahan video di media sosial. Dalam tayangan singkat tersebut, Netanyahu secara lugas menyindir rumor yang beredar luas mengenai kematiannya.
Momen sindiran itu terekam saat Netanyahu menerima secangkir kopi panas di sebuah kafe di pinggiran Yerusalem. Dengan ekspresi sarkastis, ia berujar, "Saya mati karena kopi." Ungkapan ini merupakan idiom populer dalam bahasa Ibrani yang menggambarkan kecintaan mendalam terhadap sesuatu.

Tidak berhenti di situ, pemimpin Israel ini juga menanggapi spekulasi lain yang sempat viral. Ia mengangkat tangannya ke arah kamera seraya bertanya, "Apakah Anda ingin menghitung jumlah jari saya?" Pertanyaan ini merujuk pada desas-desus di platform daring yang menyebut pidato televisinya baru-baru ini mungkin dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), lantaran ada dugaan ia terlihat memiliki enam jari di salah satu tangannya.
Di tengah responsnya terhadap rumor, Netanyahu juga menyampaikan pesan penting kepada warga Israel. Ia mengimbau agar mereka tetap mematuhi instruksi keselamatan di tengah ancaman serangan roket. Netanyahu menekankan bahwa ketahanan rakyat Israel adalah sumber kekuatan bagi dirinya, pemerintah, militer, dan badan intelijen Mossad.
Lebih lanjut, Netanyahu mengklaim Israel tengah melancarkan operasi signifikan. "Kami melakukan hal-hal yang tidak dapat saya bagikan saat ini, tetapi kami menyerang Iran dengan sangat keras, dan juga Lebanon," ungkapnya, mengisyaratkan tindakan militer rahasia.
Pernyataan provokatif Netanyahu ini muncul di tengah eskalasi konflik regional. Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah melontarkan ancaman serius untuk membunuh Netanyahu. Ancaman tersebut disampaikan saat konflik antara Israel dan Amerika Serikat memasuki minggu ketiga. Kantor berita Iran, IRNA, melalui unggahan di platform X, menegaskan bahwa IRGC bersumpah akan memburu dan melenyapkan ‘pembunuh anak’ Netanyahu jika ia masih hidup.

