Sebuah insiden menegangkan menimpa sekelompok nelayan di perairan Lampung Selatan yang nekat mendekati area Gunung Anak Krakatau (GAK) di tengah erupsi aktif. Kapal mereka dihujani material vulkanik berupa batu-batu kecil yang dimuntahkan dari kawah gunung. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, meskipun berada dalam situasi yang sangat berbahaya, seluruh nelayan dilaporkan selamat dari peristiwa mengerikan yang terekam dalam sebuah video viral.
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan detik-detik mencekam saat material vulkanik menghantam kapal dan permukaan air laut, menciptakan percikan dan kepanikan di antara para nelayan. Dalam rekaman tersebut, terdengar jelas suara-suara panik dan doa yang dilantunkan para nelayan, memohon keselamatan di tengah hujan batu.

"Ya Allah, hujan batu Ya Allah. Hujan batu," teriak seorang nelayan dalam video, menggambarkan betapa gentingnya situasi yang mereka alami. Peristiwa ini diketahui terjadi pada Sabtu lalu, saat GAK kembali menunjukkan aktivitas erupsi yang signifikan.
Kapos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan kejadian tersebut kepada internationalmedia.co.id. Ia memastikan bahwa semua nelayan yang berada di kapal tersebut berhasil selamat dari insiden tersebut. "Benar, itu terjadi pada hari ini (Sabtu). Kami mendapatkan informasi bahwa ada kelompok nelayan yang terjebak hujan batu di lokasi sekitar Anak Gunung Krakatau yang sedang erupsi. Alhamdulillah mereka selamat," ujar Rezie.
Menyikapi insiden ini, Rezie Kuswara dengan tegas kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, untuk tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau. Zona larangan sejauh 3 kilometer dari kawah harus dipatuhi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. "Aturan sudah jelas, jarak 3 kilometer tidak boleh sama sekali mendekat. Jadi tolong kepada semua masyarakat patuhi larangan tersebut, jangan sampai karena kecerobohan nanti merugikan banyak pihak," tegasnya, menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya erupsi.
