Washington akan menjadi saksi pertemuan krusial antara dua pemimpin dunia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertatap muka dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mendatang. Agenda utama pertemuan tingkat tinggi ini, seperti yang diungkapkan oleh kantor perdana menteri Israel, adalah pembahasan mendalam mengenai negosiasi dengan Iran. Internationalmedia.co.id – News
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor Netanyahu dan dikutip oleh internationalmedia.co.id, Israel menegaskan bahwa setiap upaya negosiasi dengan Teheran harus mencakup dua poin fundamental: pembatasan ketat terhadap program rudal balistik Iran serta penghentian total dukungan mereka terhadap apa yang disebut ‘poros Iran’ – merujuk pada jaringan sekutu dan proksi mereka di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan yang akan datang ini menandai kali keenam kedua pemimpin negara tersebut berdialog sejak Trump resmi menjabat sebagai presiden setahun yang lalu. Sebelumnya, upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat telah berlangsung di Oman pada Jumat pekan lalu, dengan Presiden Trump mengindikasikan bahwa pembicaraan tersebut akan dilanjutkan kembali pada awal pekan ini.
Meskipun Amerika Serikat dan Israel sama-sama memandang Iran sebagai musuh bebuyutan, Tel Aviv secara konsisten mengambil sikap yang jauh lebih keras, bahkan menentang keras negosiasi langsung antara Teheran dan Washington. Analis geopolitik terkemuka, Michael Horowitz, menggarisbawahi pandangan Israel, menyatakan bahwa "Israel mendorong pelemahan berkelanjutan, atau bahkan kejatuhan rezim Iran, dengan opsi serangan tambahan jika diperlukan."
Ketegangan ini diperparah dengan pernyataan Netanyahu bulan lalu yang mengancam akan membalas dengan "kekuatan yang belum pernah dilihat Iran" jika negaranya diserang. Pertemuan di Washington ini diprediksi akan menjadi babak baru dalam dinamika geopolitik yang kompleks di Timur Tengah, dengan Iran sebagai poros utama pembahasan.

