Kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India yang menewaskan ratusan jiwa di bulan Juni lalu menyisakan misteri. Internationalmedia.co.id melaporkan, otoritas penerbangan India tengah menyelidiki temuan mengejutkan terkait sakelar bahan bakar pesawat tersebut. Laporan awal investigasi menunjukkan sakelar bergeser dari posisi "run" ke "cutoff" sesaat setelah lepas landas.
Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) langsung bertindak cepat. Pada Senin lalu, mereka mengeluarkan perintah kepada seluruh maskapai penerbangan untuk memeriksa sakelar bahan bakar pada beberapa model Boeing, termasuk 737 dan 787. Perintah ini menyusul informasi dari Boeing yang menyatakan bahwa kunci sakelar pada pesawat-pesawat produksinya aman. Namun, langkah DGCA sejalan dengan rekomendasi dari otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) yang sebelumnya telah mengeluarkan Buletin Informasi Kelaikan Udara Khusus (SAIB) terkait inspeksi sakelar tersebut.

Inspeksi wajib dilakukan paling lambat 21 Juli. DGCA menyatakan telah menerima konfirmasi dari beberapa maskapai, baik domestik maupun internasional, yang telah memulai proses pemeriksaan armada mereka. Kecelakaan Air India yang terjadi di Ahmedabad, India, menewaskan 260 orang, termasuk penumpang dan warga sipil di darat. Satu-satunya yang selamat adalah seorang penumpang.
CEO Air India, Campbell Wilson, dalam surat internalnya, meminta karyawan untuk menahan diri dari kesimpulan prematur terkait penyebab kecelakaan, mengingat penyelidikan masih berlangsung. Misteri di balik pergeseran sakelar bahan bakar ini masih menjadi fokus utama investigasi, dan dunia penerbangan menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut.
