Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Misteri Rencana Trump di Tengah Perundingan Iran
Trending Indonesia

Misteri Rencana Trump di Tengah Perundingan Iran

GunawatiBy Gunawati01-02-2026 - 12.00Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Misteri Rencana Trump di Tengah Perundingan Iran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai babak baru dengan dimulainya negosiasi rahasia, namun Presiden AS Donald Trump memilih untuk tetap bungkam mengenai strategi Washington yang sesungguhnya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, di tengah spekulasi global, pejabat keamanan senior Iran mengonfirmasi adanya progres signifikan dalam dialog yang berlangsung. Berita ini dilansir dari AFP dan Anadolu Agency pada Minggu (1/2/2026).

Meskipun demikian, peringatan keras datang dari pimpinan militer Iran, yang menegaskan bahwa setiap agresi militer terhadap Teheran akan berakibat fatal. Ali Larijani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, membantah narasi media yang simpang siur, menyatakan bahwa "pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan."

Misteri Rencana Trump di Tengah Perundingan Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut menyuarakan pentingnya perdamaian. Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Sabtu (31/1), Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak pernah berkeinginan untuk berperang. Ia meyakini, konflik berskala luas hanya akan membawa kerugian bagi Iran, Amerika Serikat, dan stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Dari sisi Washington, Presiden Trump mengonfirmasi adanya dialog tersebut, namun ia tetap misterius mengenai tujuan akhir atau hasil yang diharapkan. "Mereka sedang berbicara dengan kami, dan kita akan lihat apakah kita dapat mencapai sesuatu," ujar Trump kepada Fox News, sembari menambahkan ancaman terselubung, "Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi. Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana."

Menariknya, Trump juga belum membeberkan detail rencananya kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Ia hanya menyatakan bahwa "Iran sedang berdialog dengan kami," tanpa memberikan informasi lebih lanjut mengenai langkah-langkah strategis yang akan diambil Washington.

Presiden AS itu juga sempat menyinggung isu fasilitas nuklir Iran, mengingatkan kembali pada serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Teheran pada Juni 2025. Ia mengisyaratkan bahwa upaya sebelumnya untuk "menghancurkan nuklir mereka" tidak berhasil, dan kini pendekatan yang berbeda mungkin akan diterapkan.

Kedatangan armada militer AS yang masif di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran akan potensi konfrontasi langsung. Iran sendiri telah mengeluarkan peringatan tegas, menyatakan kesiapan untuk membalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan, kapal, dan sekutu AS, khususnya Israel, jika kedaulatannya dilanggar.

Trump optimistis bahwa Iran pada akhirnya akan menyepakati perjanjian terkait program nuklir dan rudalnya demi menghindari aksi militer AS. Namun, Teheran telah menegaskan kesediaannya untuk berdialog mengenai isu nuklir, tetapi menolak pembahasan terkait rudal dan kemampuan pertahanannya.

Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, kembali melontarkan peringatan keras kepada AS dan Israel agar tidak berani melancarkan serangan. Hatami menegaskan bahwa pasukan Iran berada dalam "kesiapan defensif dan militer penuh." "Jika musuh melakukan kesalahan, tanpa ragu itu akan membahayakan keamanannya sendiri, keamanan kawasan, dan keamanan rezim Zionis," ujarnya, seperti dikutip IRNA. Ia juga menekankan bahwa "teknologi dan keahlian nuklir Iran tidak dapat dihilangkan."

Di tengah memanasnya situasi, otoritas Iran pada Sabtu (30/1) membantah beberapa insiden yang terjadi, termasuk ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, sebagai aksi serangan atau sabotase. Menurut petugas pemadam kebakaran setempat, insiden di Bandar Abbas disebabkan oleh kebocoran gas.

(haf/imk)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Ribuan Nyawa Melayang di Lebanon Israel Terus Menyerang

27-03-2026 - 03.15

Trump Ungkap Strategi Berani Rebut Minyak Iran

27-03-2026 - 03.00

Terkuak Angka Fantastis Pengungsi Iran Lebanon

26-03-2026 - 23.00

Mantan Presiden Venezuela Siap Hadapi Sidang Penentu di New York

26-03-2026 - 21.45

Trump Beri Ultimatum Iran Waktu Habis

26-03-2026 - 21.30

Selat Hormuz Terbuka untuk Malaysia Indonesia Menanti

26-03-2026 - 21.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.