Wali Kota Bogor Dedie A Rachim secara langsung memantau operasi pencarian Bayu Zulkarnain, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga hilang setelah terjatuh ke Sungai Cisadane. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memastikan setiap upaya pencarian dilakukan secara maksimal. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Bayu Zulkarnain, yang bertugas di Dinas Arsip dan Keperpustakaan Kota Bogor, telah menghilang sejak Kamis (13/8) malam.
Bertempat di lokasi pencarian di Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor, Minggu (16/8), Dedie A Rachim menyatakan bahwa tim SAR gabungan akan terus berikhtiar menemukan Bayu. "Kita masih berupaya keras agar Saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane area Pamoyanan ini bisa ditemukan segera. Hari ini kita sudah memasuki hari keempat pencarian," ujar Dedie seusai meninjau area tersebut.

Menurut Dedie, secara formal operasi pencarian dapat dilakukan hingga tujuh hari. "Kita sudah lakukan empat hari ini, namun sampai sore hari ini pukul 16.23 WIB, belum ada hasil yang signifikan," tambahnya, menunjukkan tantangan yang dihadapi tim di lapangan.
Wali Kota Dedie juga mengutarakan kecilnya kemungkinan Bayu hanyut terbawa arus jauh ke hilir. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang sedang musim kemarau dengan debit air sungai yang relatif rendah. Selain itu, banyak jaring yang terpasang di kawasan hilir, yang berpotensi menghambat pergerakan benda hanyut. "Untuk sementara, kita fokuskan dulu pencarian di area ini. Jika hari ini belum ditemukan, strategi operasi akan kita geser ke arah hilir," jelas Dedie, mengindikasikan rencana kontingensi.
Selain upaya SAR, pihak pemerintah kota juga telah mendorong keluarga Bayu untuk membuat laporan polisi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan lain di luar dugaan awal. "Kita sudah meminta keluarga untuk membuat laporan ke kepolisian. Ini penting untuk diteliti, barangkali ada hal lain yang di luar dugaan atau praduga kita bahwa yang bersangkutan jatuh di sini," kata Dedie, menekankan pentingnya penyelidikan komprehensif.
Dari pantauan internationalmedia.co.id di lokasi, tim SAR gabungan, yang terdiri dari berbagai unsur, terus melakukan penyisiran intensif. Perahu karet dikerahkan untuk menyisir permukaan sungai, sementara di bawah jembatan yang diduga menjadi titik awal korban terjatuh, petugas melakukan penyelaman. Metode penyelaman ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan pada hari Minggu tersebut, disaksikan oleh sejumlah warga yang turut memantau jalannya operasi.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Bayu Zulkarnain, ASN berusia 36 tahun, masih terus berlangsung tanpa henti, dengan harapan ia dapat segera ditemukan.
