Washington DC – Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan mengejutkan, mengklaim keberadaan "armada" militer Amerika Serikat lainnya yang kini tengah berlayar menuju Republik Islam Iran. Klaim ini dilontarkan tak lama setelah Pentagon mengonfirmasi kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah. Di tengah eskalasi ketegangan yang terus memanas antara Washington dan Teheran, Trump juga menyuarakan harapannya agar Iran dapat mencapai kesepakatan dengan AS.
Dalam pidatonya pada Selasa (27/1) waktu setempat, Trump tidak merinci lebih lanjut mengenai identitas maupun komposisi "armada lainnya" yang dimaksud. "Ada armada indah lainnya yang sedang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini," kata Trump. Ia hanya menambahkan, "Saya harap mereka mencapai kesepakatan."

Pernyataan Trump ini mencerminkan sinyal yang beragam dari Gedung Putih mengenai potensi intervensi militer. Sebelumnya, awal bulan ini, Trump nyaris memerintahkan serangan militer terhadap target rezim di Iran, menyusul penumpasan brutal terhadap ribuan demonstran anti-pemerintah yang turut diwarnai pemadaman internet secara total. Bagi sebagian penentang kepemimpinan ulama di Iran, intervensi militer AS kerap dipandang sebagai satu-satunya katalisator untuk mewujudkan perubahan di Teheran.
Sebelumnya, pada Senin (26/1), internationalmedia.co.id melaporkan bahwa militer AS telah mengumumkan kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln, yang didampingi tiga kapal perang canggih bersenjata rudal Tomahawk, serta sejumlah jet tempur F-15 dan F-35, telah memasuki wilayah tanggung jawab Pusat Komando AS (CENTCOM) di Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump bahkan membandingkan pengerahan aset militer ini dengan skala pengerahan ke Venezuela, yang berujung pada penggulingan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro beberapa waktu lalu. "Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela," tegas Trump. Meski demikian, dalam wawancara yang sama, Trump juga mengindikasikan bahwa situasi terkait Iran "sedang berubah-ubah", seraya menyatakan bahwa Teheran mungkin tertarik untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, sebuah isyarat kuat menuju opsi diplomatik.

