Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan baru-baru ini terjadi di perairan Laut Arab, ketika jet tempur siluman F-35C milik Amerika Serikat (AS) berhasil menembak jatuh sebuah drone Iran. Drone tersebut dilaporkan mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln secara agresif. Namun, di tengah ketegangan yang memuncak akibat peristiwa ini, Gedung Putih menegaskan bahwa perundingan penting antara AS dan Iran tetap dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.
Kepastian mengenai kelanjutan perundingan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada wartawan pada Selasa (3/2) waktu setempat. "Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus (Steve) Witkoff, dan perundingan ini hingga saat ini masih dijadwalkan," tegas Leavitt. Ia menambahkan bahwa pertemuan antara Washington dan Teheran akan berlangsung pada "akhir pekan ini."

Presiden Donald Trump, menurut Leavitt, selalu menempatkan diplomasi sebagai prioritas utama dalam menghadapi isu-isu global. "Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi terlebih dahulu, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama kedua pihak," ujarnya. Steve Witkoff, yang secara resmi menjabat sebagai Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah dan ditunjuk oleh Trump sebagai negosiator konflik global, akan memimpin delegasi AS dalam pertemuan tersebut.
Awalnya, perundingan antara Witkoff dan para pejabat Iran "kemungkinan" akan diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada Jumat (6/2) mendatang. Namun, laporan terbaru dari Reuters, yang mengutip seorang sumber regional, mengindikasikan adanya permintaan dari Iran untuk mengubah lokasi perundingan menjadi di Oman. Pihak AS belum memberikan tanggapan resmi terkait potensi perubahan lokasi ini.
Insiden penembakan drone terjadi ketika F-35C AS melumpuhkan pesawat tak berawak Iran yang disebut "secara agresif" mendekati USS Abraham Lincoln. Kapal induk AS ini memang telah dikerahkan ke perairan dekat Iran sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Leavitt juga menegaskan bahwa Presiden Trump tidak pernah menutup kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Dengan sejumlah besar kapal perang AS yang kini berada di kawasan tersebut, "Tentu saja, presiden selalu memiliki berbagai pilihan, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer," kata Leavitt. Ia menambahkan, "Iran lebih tahu tentang hal itu daripada siapa pun," merujuk pada pengeboman fasilitas nuklir Iran oleh AS tahun lalu.

